04 Nov 2026 | Dilihat: 26 Kali

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

noeh21
Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono menerima penghargaan Apresiasi Minerba 2026 kategori Badan Usaha Pertambangan Komoditas Mineral dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia di Jakarta, 3 November 2026.
      
IJN - Lhoknga | Ketergantungan Aceh terhadap pasokan kedelai dari luar daerah yang mencapai sekitar 90 persen mendorong perlunya alternatif bahan baku pangan lokal.

Menjawab tantangan tersebut, PT Solusi Bangun Andalas bersama Rumoh Pangan Aceh (RPA) mengembangkan kacang koro pedang sebagai bahan baku alternatif tempe.

Program ini berhasil meraih Apresiasi Minerba 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, 3 November 2026.
 
Penghargaan kategori Badan Usaha Pertambangan Komoditas Mineral tersebut diberikan atas keberhasilan program revitalisasi kearifan lokal Koro Meusyahu melalui program PENDEKAR.
 
Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono, mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas kolaborasi perusahaan dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
 
“Bagi kami, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar menghadirkan bantuan, tetapi bagaimana bersama-sama menemukan solusi atas tantangan yang dihadapi masyarakat,” ujar Edi.
 
Melalui kerja sama dengan RPA, perusahaan mendorong masyarakat di Desa Nagaumbang, wilayah ring 1 perusahaan, untuk mengembangkan budidaya kacang koro pedang.
 
Komoditas tersebut dinilai memiliki biaya pokok produksi lebih rendah dan produktivitas lahan lebih baik dibandingkan kedelai. Pemanfaatannya sebagai bahan baku tempe berpotensi menekan biaya produksi perajin hingga 15 persen.
 
Selain membuka peluang efisiensi usaha, pengembangan koro pedang diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bahan baku dari luar Aceh.
 
Program ini juga diarahkan membangun ekosistem pangan lokal dengan melibatkan petani, kelompok pengolah pangan, dan pelaku usaha. Hasil pertanian diharapkan tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah.
 
Melalui program PENDEKAR, Solusi Bangun Andalas turut mendorong pelestarian kearifan lokal dan penguatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
 
Revitalisasi kacang koro pedang diharapkan menjadi model pengembangan pangan lokal yang dapat diterapkan di daerah lain sekaligus mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.






Penulis: Hendria Irawan
Editor: Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas