IJN - Bireuen | Sebanyak 256 unit rumah perebusan garam dibangun di Kabupaten Bireuen melalui dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dan Pemerintah Aceh. Bantuan senilai hampir Rp7,9 miliar tersebut diharapkan memperkuat usaha garam rakyat sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.
Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh atas dukungan tersebut. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan dijaga keberlanjutannya.
Penyerahan bantuan tersebut secara simbolis berlangsung di Gampong Matang Bangka, Kecamatan Jeunieb, Rabu, 4 November 2026 dalam rangka HUT ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan RI serta Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan Tahun 2026.
Mukhlis mengatakan, bantuan rumah perebusan garam merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap petani garam yang memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari pemanfaatan fasilitas untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat.
Dari total bantuan tersebut, sebanyak 55 unit rumah perebusan garam dibangun melalui KKP RI dengan anggaran hampir Rp5 miliar. Sementara 201 unit lainnya berasal dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh senilai Rp2,9 miliar.
Bupati juga berharap pemerintah pusat terus memberikan dukungan, terutama penambahan fasilitas produksi garam bagi kawasan terdampak banjir, rehabilitasi tunnel garam yang rusak akibat bencana, serta pembangunan Brine Rejection System (BRS) untuk mendukung pengembangan usaha garam rakyat.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Perikanan, Dr. Miftahul Huda, M.Si., mengatakan bantuan dapur perebusan garam merupakan bagian dari upaya pemerintah mengembangkan usaha garam rakyat.
Ia berharap fasilitas tersebut mampu meningkatkan kapasitas produksi, kualitas garam, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat.
Kegiatan tersebut juga diikuti secara daring melalui Zoom bersama KKP RI yang dipusatkan di Sukabumi, Jawa Barat, serta melibatkan 27 titik lokasi lainnya di Indonesia.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI turut menyampaikan sejumlah program strategis, antara lain pengembangan budidaya perikanan tematik, Kampung Nelayan Merah Putih, serta modernisasi sarana dan prasarana perikanan tangkap.
Mukhlis menyambut baik berbagai program tersebut dan berharap sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, serta Pemkab Bireuen terus diperkuat untuk mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Konservasi Spesies dan Genetik KKP RI, Dr. Sarmintohadi, S.Pi., M.Si., perwakilan Pemerintah Aceh, jajaran Pemkab Bireuen, Forkopimcam Jeunieb, para keuchik, tokoh masyarakat, serta kelompok penerima bantuan.
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin