IJN - Suka Makmue | Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya Periode 2019-2024, Said Alwi menolak tegas investasi pertambangan di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya. Aceh, Kamis 14 Mei 2026.
"Kami menolak tegas adanya pertambangan di Beutong Ateuh, kami meminta Pemerintah Nagan Raya agar mencabut izin tiga perusahaan tambang," kata Said Alwi juga merupakan tokoh Beutong Ateuh.
Kata Said Alwi, bagi masyarakat Beutong Ateuh, hutan bukan sekadar kawasan alam yang dapat dieksploitasi. Hutan penyangga kehidupan menjaga sungai tetap mengalir dan melindungi tanah dari longsor.
"Beutong Ateuh Banggalang merupakan hutan hujan tropis Sumatera yang menjadi habitat satwa kunci seperti gajah dan harimau sumatera,"katanya.
Menurutnya, adanya pertambangan di Beutong Ateuh dengan pembukaan hutan bisa memperparah degradasi kawasan hulu, mencemari sungai, serta meningkatkan ancaman banjir dan longsor di wilayah permukiman warga.
"Jika izin tambang dipaksakan masuk ke Beutong Ateuh, maka ancaman yang muncul bukan hanya deforestasi, tetapi juga krisis air, konflik ruang hidup, hilangnya sumber penghidupan masyarakat dan meningkatnya risiko bencana ekologis,” ucapnya.
Said Alwi menyebutkan bahwa masyarakat selama ini hidup bergantung pada hutan dan sungai yang masih terjaga.
“Kami tidak butuh tambang. Hutan satu-satunya sumber kehidupan kami. Kalau hutan rusak dan sungai tercemar, masyarakatlah yang pertama menjadi korban,” Tegas Said Alwi.
Selain itu, Said Alwi juga menyoroti soal trauma masyarakat Beutong Ateuh pasca banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.
“Baru 50 bulan lalu masyarakat dilanda banjir bandang, rumah rusak, kebun rusak, sungai meluap. Kami masih berusaha bangkit dari bencana, tetapi justru muncul lagi izin tambang. Ini sangat menyakiti hati masyarakat Beutong dan kami meminta agar tambang jangan dilakukan lagi,”ucapnya.
Ia juga meminta Pemerintah Nagan Raya, Pemerintah Aceh serta pemerintah pusat agar tidak tertipu dengan narasi dari sekelompok oknum yang menyatakan mendukung izin pertambangan di wilayah tersebut
"Kita berharap Bupati Nagan Raya untuk menolak dan membatalkan izin tambang di Beutong Ateuh Banggalang. Lebih baik fokus dulu pada penangganan pasca banjir, baik pembangunan maupun infrastruktur," demikian tutupnya.
Penulis: Ray
Editor: Muhammad Zairin