IJN - Bireuen | Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ikut mendorong pemulihan ekonomi masyarakat Bireuen pascabencana banjir melalui pengembangan Jeruk Pamelo varietas Giri Matang.
Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan revitalisasi komoditas Jeruk Pamelo yang dipusatkan di Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Senin 7 September 2026.
Program ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir Aceh.
Setelah menjalani pendampingan selama tiga bulan, masyarakat dan kelompok tani setempat mulai diarahkan untuk kembali mengembangkan komoditas hortikultura yang menjadi salah satu sumber penghidupan warga.
Puncak kegiatan ditandai dengan penanaman simbolis bibit Jeruk Pamelo Giri Matang, Senin 7 September 2026 yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Ismunandar, ST., MT, mewakili Bupati Bireuen.
Program tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bireuen. Pemkab menilai pendampingan yang dilakukan relawan Muhammadiyah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Mulyadi, SE., MM, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan pemulihan sektor hortikultura. Pemkab juga menyiapkan sekitar 2.000 bibit Jeruk Pamelo yang direncanakan disalurkan pada November 2026 ke sejumlah desa prioritas di wilayah Peusangan dan sekitarnya.
Sementara itu, Sekda Bireuen Ismunandar menyampaikan apresiasi atas keterlibatan MDMC dan jajaran Muhammadiyah dalam membantu masyarakat di tingkat gampong.
Menurutnya, pendampingan yang dilakukan Muhammadiyah menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan darurat, tetapi juga program pemberdayaan yang mampu mengembalikan sumber penghidupan masyarakat.
Pemkab Bireuen berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut dan diperluas ke wilayah lain yang membutuhkan.
“Kita welcome. Jadi ayo bawa program, bawa kegiatan, bawa contoh yang baik bagi kami masyarakat Aceh,” ujar Ismunandar.
Program revitalisasi Jeruk Pamelo ini diharapkan tidak berhenti pada penanaman bibit, tetapi berlanjut melalui pendampingan petani hingga komoditas tersebut kembali produktif dan mampu menjadi sumber ekonomi masyarakat.
Selain MDMC, kegiatan tersebut turut melibatkan LAZISMU, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bireuen, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Peusangan, penyuluh pertanian, pemerintah gampong dan kelompok tani setempat.
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin