IJN -
Nagan Raya | Sebanyak 40 orang Santri dan Santriwati di
Desa Langkak, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya terima santunan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Langkak, kegiatan itu digelar di Mesjid Jamik Nurul Sa'adah, Jum'at 21 Mei 2021.
Ketua Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Desa Langkak, Jamaludin Cut mengatakan, dengan adanya penyerahan santunan kepada santri dan santriwati, akan dapat mempermudah santri dalam menuntut ilmu di luar Nagan Raya.
Baca Juga: Breaking News: Bocah Lhok Mesjid Hanyut Terbawa Arus Sungai Krueng Nagan
Diketahui, santunan yang diberikan bersumber dari pendapatan atau hasil dari
Badan Usaha Milik Desa (BUMD) Langkak yang diwajibkan dilakukan oleh Desa, bahkan sudah masuk dalam anggaran setiap tahun dan untuk tahun 2021 telah dianggarkan sebesar Rp. 12 Juta.
Jamalul menyebut, penyerahan santunan diperuntukkan bagi santri dan santriwati yang belajar di luar Kabupaten Nagan Raya.
"Kita harapkan dengan pemberian santunan ini, dapat meringankan keadaan ekonomi bagi santri, apalagi kebanyakan santri dan santriwati kurang mampu walaupun dalam simpanan sedikit,"harap Jamaludin
Baca Juga: Hari ke Dua, Korban Hanyut di Krueng Nagan Belum Ditemukan
Sebelumnya, pada tahun lalu santri Desa Langkak menerima santunan sebanyak 36 orang. Namun untuk tahun ini bertambah menjadi 40 orang.
Sementara itu, Ketua santri Desa langkak, Deni Suwanda mengaku sangat bersyukur dan senang atas kepedulian aparatur Desa Langkak terhadap Santri di Desa tersebut. "Dengan adanya penyaluran seperti ini, kami sangat senang dan bersyukur karena ada aparat Desa yang sangat peduli terhadap kami santri,"ungkapnya
"Berharap atas kepedulian aparat Desa dan atas perhatiannya terhadap santri kiranya Allah
Subhanahu Wa Ta'ala membalas terhadap jerih payah yang telah membangun semangat kami untuk terus belajar. Semoga Pemdes Langkak semakin makmur dan jaya, semoga apa yang diinginkan dilancarkan oleh Allah,"harap Deni
Baca Juga: Desa Langkak Icon Model, DPMG Aceh: Bisa Menjadi Contoh Bagi Desa Lain
Secara terpisah, Keuchik Desa Langkak H. Buhan menjelaskan kegiatan tersebut sebagai contoh bagi daerah lain dan juga menjadi pilot project di Desa Langkak.
"Dengan adanya santri dan santriwati di Desa Langkak akan dapat membantu dalam berbagai aktivitas,"ucapnya.
Keuchik juga meminta kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMD) dan pengurus untuk terus berpacu supaya ada peningkatan untuk desa Langkak.
Baca: DPMG Aceh Dukung Pengembangan BUMG Desa Langkak
"Kerena ini adalah dana bumdes dari hasil pendapatan asli Desa, bahkan tidak hanya di mesjid, setiap orang meninggal pun tetap kami berikan santunan baik yang kecil maupun yang besar, yang kaya miskin tidak ada bedanya itu,"tutup Kades Langkak H.Burhan