IJN - Bireuen | Ribuan hektare lahan persawahan di Kabupaten Bireuen terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor. Dari total luas terdampak, pemerintah kini mulai melakukan normalisasi untuk lahan dengan kategori rusak sedang.
Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli, Jumat, 17 April 2026 mengatakan, 677 hektare sawah yang kategori rusak sedang mulai dibersihkan tersebar di beberapa desa di Kecamatan Samalanga, Peusangan, Jangka, Kutablang, dan Gandapura.
Disebutkan, Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan, pada bulan Februari 2026 mengusulkan lahan sawah untuk dinormalisasi yakni: yang rusak ringan 2.756,60 hektare, rusak sedang 685,27 hektare, dan katagori rusak berat 1.323,07 hektare.
Untuk lahan persawahan kategori rusak sedang, dari 685,27 hektare yang diusulkan, Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian, yang disetujui 677 hektare.
Kemudian, lahan dilakukan proses sign engineering design (SID) antara Dinas Pertanian Aceh dengan Universitas Malikussaleh. Setelah proses tersebut selesai, lahan tersebut kini sedang dilakukan normalisasi atau pembersihan, termasuk pembenahan saluran air, ucap dia.
Lebih lanjut Muhajir menjelaskan, untuk pembersihan lahan persawahan kategori rusak ringan seluas 1.920 hektare (sesuai hasil verifikasi dan validasi Kementerian Pertanian), akan dilakukan setelah selesainya penandatangan kontrak SID.
Khusus untuk katagori sawah
kategori rusak berat, kemungkinan besar penanganan untuk persawahan kategori rusak berat akan dilakukan saat masa rehabilitasi dan rekonstruksi dimulai oleh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, dan Dinas Pertanian dan Perkebunan masih terus berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat.
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin