05 Jul 2024 | Dilihat: 1127 Kali

PT TPP3 Astra Agro Tanam Mangrove di Pantai Aceh Jaya

noeh21
Perusahaan yang bergerak di bidang industri kelapa sawit tersebut juga anak perusahan PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) ini ikut menanami 200 pokok bakau di pesisir pantai. Foto. Mus
      
IJN - Calang |  Hutan mangrove sering disebut hutan payau atau populer dengan sebutan hutan bakau. Disebut hutan payau, karena hutan ini tumbuh di atas substrat (media tumbuh) yang digenangi campuran air laut dan juga air tawar.  
 
Untuk menjaga kelestarian alam di pesisir pantai dari abrasi air laut mendorong salah satu perusahaan sawit di Aceh Jaya bergerak melakukan langkah positif bagi lingkungan agar terjaga dengan lestari. 
 
Dengan adanya pelestarian pantai melalui mangrove kedepan bisa menjaga bibir pantai dari erosi air laut, selain itu juga salah satu kawasan perkembangan habitat seperti ikan, udang, kepiting dan berbagai habitat lainnya dengan harapan para masyarakat disekitar bisa makmur dan sejahtera. 
 
Dipilihnya pantai Krueng No sebagai pilot projek penanaman mangrove karena pantai ini sangat perlu dilestarikan, selain itu pantai ini juga berada di desa ring 1 PT Perkasa Tunggal Plantation 3 (TPP3) yang berada di Aceh Jaya. 
 
Perusahaan yang bergerak di bidang industri kelapa sawit tersebut juga anak perusahan PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) ini ikut menanami 200 pokok bakau di pesisir pantai yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Aceh Jaya serta Aceh Mangrove Institute, Jum’at 05 Juli 2024.
 
Cipta Wibama Operational Director Area Aceh menyebutkan penanaman awal ini selain dilakukan sebagai kegiatan menyemarakan puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, PT TPP3 juga melihat adanya potensi untuk melakukan kontribusi dalam menjaga lingkungan, yang telah menjadi komitmen perusahaan dalam bentuk kepedulian dan dalam tanggung jawab sosial bagi lingkungan dan masyakat sekitar. 
 
“Pantai Krueng No ini menjadi salah satu lokasi vital bagi masyarakat, bisa kita lihat pantai sangat berdekatan dengan jalan raya yang aktif digunakan oleh masyarakat,” Kata Cipta Wibama Operational Director Area Aceh yang hadir dalam upacara penanaman mangrove. 
 
Lebih jelas Cipta memaparkan, salah satu fungsi mangrove adalah sebagai pencegahan abrasi pantai, yang lambat laun dapat mengakibatkan jalan raya terabrasi, oleh karena itu harapannya dengan inisiasi PT TPP3 menanam mangrove ini menjadi perlindungan bagi jalan raya sebagai lalu lintas aktivitas masyarakat Aceh Jaya khususnya. 
 
Penanaman dihadiri oleh Direktur Aceh Mangrove Institute sebagai pengarah prosedur penanaman yang akan dilakukan oleh ratusan tim dari TPP3, Abdul Hadi mengungkapkan apresiasinya kepada TPP3 atas program yang ternyata bukan kali pertama dilakukan oleh anak perusahaan Astra Agro di Aceh ini. 
 
“Luar biasa, kegiatan penanaman mangrove ini bentuk kepedulian bagi lingkungan dan masyarakat yang sangat positif dan begitu besar manfaatnya, kita lihat lima tahun ke depan bibit-bibit ini yang akan memberikan perubahan besar bagi Aceh Jaya,” tegas Abdul.
 
Riduan Manik Community Development Area Manager Aceh, melalui Azra Husaini membenarkan, PT TPP3 memang bukan satu-satunya anak perusahaan Astra Agro di Aceh yang melakukan program penanaman mangrove ini, pionernya ada di PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB) Aceh Singkil yang sudah menjalankan program rehabilitasi mangrove ini sejak 2018 dan masih berkelanjutan. Sehingga sejauh ini anak perusahaan Astra Agro di Aceh sudah menanam sekitar 41.000 mangrove.
 
“Kami selalu berupaya untuk melaksanakan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat agar kegiatan bisnis berjalan dengan seimbang, melalui inisiasi perusahaan yang terangkum dalam sustainability Aspirations, yang dituangkan dalam program CSR” kata Azra.
 
Azra berharap kegiatan di TPP3 ini dapat berjalan berkelanjutan serta nantinya mampu menyasar lokasi-lokasi lain, seperti halnya yang sudah dilakukan di Aceh Singkil. Dan semoga dapat menjadi contoh bagi anak perusahaan Astra Agro lain baik di Aceh sendiri maupun wilayah operasional lainnya. 
 
Meski siang itu semakin terik, tak mengurungkan semangat para peserta dalam proses penanaman, hingga tak terasa ratusan pokok bakau telah tertancap di areal penanaman. Tak lama lagi teriknya juga tidak akan terasa begitu menyengat karena bakau ini akan semakin tumbuh tinggi.



Penulis: Mus
Editor: AF
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas