IJN - Bireuen | Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti halaman Masjid Agung Sulthan Jeumpa saat Pemerintah Kabupaten Bireuen melepas keberangkatan 359 jemaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Jumat, 8 Mei 2006 malam.
Dalam arahannya, Mukhlis menitipkan harapan besar kepada para jemaah agar turut mendoakan Kabupaten Bireuen di tempat-tempat mustajab. Ia berharap daerah yang dikenal religius tersebut senantiasa diberi keselamatan, dijauhkan dari bencana, serta dimudahkan dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik.
Ia mengingatkan seluruh jemaah agar meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT serta menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Bapak dan Ibu adalah tamu Allah sekaligus duta bangsa. Jagalah sikap, perilaku, dan nama baik Indonesia selama berada di Tanah Suci,” ujar Mukhlis di hadapan ratusan jemaah dan keluarga yang memadati lokasi acara.
Sebelumnya, Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen, Munawar mengatakan, jemaah haji asal Bireuen tahun ini diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter).
Kloter 5 BTJ terdiri dari 148 jemaah asal Bireuen yang bergabung bersama jemaah dari Kabupaten Aceh Tengah, Sabang, Gayo Lues, dan Pidie Jaya.
Para jemaah dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 9 Mei 2026 pukul 07.00 WIB dan diberangkatkan menuju Tanah Suci pada 10 Mei 2026 pukul 06.40 WIB, katanya.
Sedangkan untuk Kloter 8 BTJ, lanjut Munawar, membawa 211 jemaah asal Bireuen yang akan bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Aceh Besar dan Gayo Lues. Kloter ini dijadwalkan masuk asrama pada 12 Mei 2026 pukul 12.00 WIB dan diberangkatkan pada 13 Mei 2026 pukul 13.40 WIB.
Namun, di tengah persiapan keberangkatan, duka turut menyelimuti rombongan calon tamu Allah tersebut. Satu jemaah atas nama Yusri Umar dilaporkan meninggal dunia.
Pemerintah Kabupaten Bireuen juga mencatat, jemaah tertua tahun ini adalah Katijah Abdul Gani Umar yang berusia 97 tahun. Sedangkan jemaah termuda adalah Imran Usman yang masih berusia 18 tahun.
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin