25 Apr 2026 | Dilihat: 34 Kali

Pulihkan Pertanian Pasca Bencana, Bireuen Bangkit Lewat Penanaman Perdana Padi Gogo di Pulo Siron

noeh21
Teks foto: Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, MT memberikan sambutan pada acara penanaman perdana padi gogo di Desa Pulo Siron Kec. Kutablang paska bencana banjir dan tanah longsor. Foto: IJN/ Ist.
      
IJN - Bireuen | Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Kementerian Pertanian memulai penanaman perdana padi gogo sebagai bagian dari upaya besar memulihkan sektor pertanian yang sempat lumpuh akibat bencana banjir dan tanah longsor.
 
Kegiatan yang dilaksanakan, Sabtu, 25 April 2026 ini menjadi tonggak penting kebangkitan pertanian di wilayah terdampak, dengan total lahan sekitar 85 hektare yang kini kembali siap digarap setelah melalui proses rehabilitasi intensif.
 
Kepala Bagian Forkopim Setdakab Bireuen, Mursyidin mengatakan, lahan-lahan yang sebelumnya tertutup material banjir kini perlahan kembali produktif, ditopang oleh perbaikan infrastruktur penahan sawah yang rusak parah.
 
Penanaman perdana tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bireuen, jajaran Kementerian Pertanian, unsur Forkopimda, serta masyarakat setempat yang tampak antusias menyambut dimulainya kembali aktivitas bertani.
 
Direktur Pelindungan dan Optimasi Lahan Kementerian Pertanian, Dr. Dede Sulaeman, S.T., M.Si., pada acara tersebut mengatakan, pemerintah pusat hadir tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga memastikan petani tetap memiliki harapan dan keberlanjutan usaha tani.
 
Disebutkan, percepatan rehabilitasi ini sangat penting agar petani tidak kehilangan musim tanam. "Kami ingin memastikan produksi pangan tetap terjaga, sekaligus memulihkan ekonomi masyarakat. Kolaborasi dari pusat hingga daerah menjadi kekuatan utama dalam proses ini,” katanya.
 
Menurutnya, pemilihan varietas padi gogo dinilai tepat untuk kondisi lahan saat ini, yang masih dalam tahap pemulihan dan membutuhkan tanaman yang adaptif terhadap lingkungan kering maupun lahan terbatas air.
 
Sementara itu, Wakil Bupati Bireuen menekankan sektor pertanian merupakan urat nadi kehidupan masyarakat di Desa Pulo Siron. Ia menyebut program ini sebagai simbol kebangkitan sekaligus bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
 
“Ini bukan sekadar penanaman padi, tetapi penanaman harapan. Kita ingin masyarakat kembali bangkit, kembali produktif, dan mampu menggerakkan roda ekonomi keluarga. Terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas dukungan nyata ini,” ungkapnya.
 
Di sisi lain, para petani menyambut penuh semangat dimulainya kembali aktivitas di sawah. Setelah berbulan-bulan lahan mereka terbengkalai akibat bencana, kini mereka kembali turun ke ladang dengan pendampingan teknis dari petugas lapangan.

 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas