14 Jul 2026 | Dilihat: 47 Kali

Rehabilitasi 2.000 Hektare Sawah Rusak di Bireuen Telah Rampung

noeh21
Teks Foto: Kegiatan optimalisasi lahan Kelompok Tani Ingin Maju Kecamatan Jeumpa Kab. Bireuen. Foto/Ist.
      
IJN - Bireuen | Proses rehabilitasi sawah rusak sedang dan optimalisasi lahan sawah rusak ringan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen telah rampung.
 
Program yang didanai Kementerian Pertanian tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan sektor pertanian agar petani dapat kembali mengolah lahan dan meningkatkan produksi padi. Demikian disampaikan Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli, Selasa, 14 Juli 2026. 
 
Disebutkan Muhajir, berdasarkan data dari Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., baru- baru ini mengatakan rehabilitasi sawah rusak sedang seluas 677 hektare telah dimulai sejak Februari 2026 dan kini telah selesai dikerjakan. 
 
Sementara itu, optimalisasi lahan sawah rusak ringan seluas 1.323 hektare juga telah tuntas dilaksanakan.
 
"Seluruh pekerjaan di lapangan dilakukan oleh kelompok tani dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pertanian. Selain rehabilitasi lahan, benih juga telah disalurkan kepada seluruh petani yang lahannya masuk dalam program ini," kata Muhajir. 
 
Ia menjelaskan, penyaluran benih tersebut diharapkan dapat mempercepat proses tanam setelah lahan kembali siap digunakan, sehingga produktivitas pertanian di wilayah terdampak dapat segera pulih.
 
Di sisi lain, pembangunan darurat Bendungan Pante Lhong II di Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, juga telah selesai dan saat ini sudah berfungsi. 
 
Namun, air belum dapat dialirkan ke jaringan irigasi karena masih menunggu rampungnya perbaikan saluran Aramco pada tiga titik di Desa Gunci, Kecamatan Juli.
 
Perbaikan Aramco tersebut mulai dikerjakan pada 11 Juli 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar tiga minggu. Setelah pekerjaan itu tuntas, distribusi air irigasi ke areal persawahan diharapkan dapat segera dilakukan.
 
Sementara itu, untuk lahan sawah kategori rusak berat seluas 1.091 hektare yang telah diajukan oleh Distanbun Bireuen kepada Pemerintah Pusat dan kini telah memberikan persetujuan rehabilitasi, katanya.
 
Program tersebut diharapkan menjadi tahap lanjutan dalam pemulihan lahan pertanian yang mengalami kerusakan paling parah akibat bencana, jelas Muhajir.
 
Selain rehabilitasi sawah, pemerintah juga memperkuat dukungan bagi lahan tadah hujan melalui pembangunan 102 unit sumur bor dengan kedalaman sekitar 60 meter.
 
Ia mengatakan, kini sebanyak 82 unit telah selesai dibangun, sedangkan 20 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan. Seluruh pembangunan sumur bor tersebut dilaksanakan oleh kelompok tani.
 
Dengan selesainya rehabilitasi sekitar 2.000 hektare sawah rusak sedang dan ringan, serta dukungan pembangunan infrastruktur irigasi dan sumur bor, Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap aktivitas pertanian dapat kembali normal, ketahanan pangan daerah semakin kuat, dan kesejahteraan petani terus meningkat, demikian Muhajir Juli. 
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas