21 Ags 2025 | Dilihat: 180 Kali

Sepekan Berjalan Program Rehabilitasi Narkoba Bagi WBP Lapas Lhoksukon

noeh21
Lembaga Pemasyarakatan Lhoksukon terus berkomitmen memberikan pembinaan menyeluruh bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program rehabilitasi narkoba. Foto. Ist
      
IJN - Lhoksukon | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lhoksukon terus berkomitmen memberikan pembinaan menyeluruh bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program rehabilitasi narkoba.

Sepekan berjalan, berbagai kegiatan dilaksanakan dengan tujuan membentuk pribadi WBP yang lebih disiplin, percaya diri, dan siap menjalani kehidupan baru setelah bebas nanti.

Kegiatan diawali dengan pengenalan diri, pengelompokan klien, serta penanaman nilai disiplin, tertib, dan saling menghormati. Dilanjutkan dengan pembentukan kelompok yang diberi nama Mawar, Seulanga, Meutuah, dan Sejati serta pengisian formulir WHOQL untuk mengukur kualitas hidup peserta.

Program kemudian difokuskan pada pembinaan fisik dan mental melalui senam SKJ 88 dan senam kreasi. WBP juga mengikuti seminar edukasi bertema “Pemulihan Adiksi” sekaligus bimbingan rohani untuk memperkuat keimanan dan motivasi diri.

Selanjutnya, peserta mendapat pelatihan self efficacy untuk meningkatkan rasa percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri, sehingga mereka kembali yakin bahwa memiliki potensi yang dapat dikembangkan.

Rangkaian ini dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) tentang kesehatan mental, yang melatih keberanian, berpikir kritis, dan kemampuan memecahkan masalah melalui diskusi serta studi kasus.

Kegiatan dilanjutkan dengan seminar bertajuk “Membangun Kehidupan Baru: Panduan Perencanaan Keuangan, Pendidikan, dan Pekerjaan” yang membekali WBP dengan pengetahuan praktis mengenai refleksi kehidupan, pengelolaan keuangan, persiapan kerja, serta pendekatan rohani sebagai pedoman membangun masa depan yang lebih baik.

Kepala Lapas Lhoksukon, Rian Firmansyah menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memulihkan pada Warga Binaan dari ketergantungan narkoba, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan hidup, mental yang kuat, serta spiritualitas yang matang. Dengan begitu, diharapkan para WBP mampu menjalani kehidupan baru secara produktif setelah bebas nanti.

“Rehabilitasi ini bukan sekadar pemulihan dari narkoba, tapi juga membangun kepercayaan diri, keterampilan, dan spiritualitas WBP. Harapannya, mereka siap menjalani kehidupan baru yang lebih baik dan produktif," demikian Kalapas Lhoksukon




Penulis: Hendria Irawan
Editor: Redaksi
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas