01 Ags 2026 | Dilihat: 184 Kali

Mengukur Keberhasilan Lulusan, SMKN 1 Gandapura Siap Sukseskan Tracer Study 2026

noeh21
Teks Foto:  Siswa SMK Negeri 1 Gandapura Kab Bireuen sedang praktik menjahit di sekolah setempat. Foto: IJN / Ist.
      
IJN - Bireuen | Kepala SMKN 1 Gandapura, Bireuen, Feri Irawan, didampingi WKS Bidang Humas Julaidar, dan Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) Cut Zakiah, mengikuti Sosialisasi Pelaksanaan Penelusuran Tamatan (Tracer Study) SMK 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat SMK Kemendikdasmen. 
 
Demikian disampaikan Kepala SMK Negeri 1 Gandapura Kab. Bireuen Feri Irawan kepada IJN, Sabtu, 1 Agustus 2026.
 
Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara daring ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh pelaksana di lapangan agar proses penelusuran tamatan SMK Tahun 2026 dapat berlangsung secara efektif, menghasilkan data yang akurat, dan menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan vokasi yang lebih tepat sasaran.
 
Tracer Study ini diharapkan menjadi instrumen utama dalam mengukur keberhasilan lulusan SMK memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan, maupun berwirausaha, katanya. 
 
Dia mengatakan, pelaksanaan Tracer Study SMK Tahun 2026 yang dirilis secara langsung oleh Dikmen dan Diksus ini diikuti oleh Disdik Provinsi seluruh Indonesia, Disdik Kabupaten/Kota di wilayah Papua, Balai Besar dan Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV), SMK di seluruh Indonesia, perwakilan dunia kerja, serta berbagai pemangku kepentingan yang mendukung pelaksanaan tracer study SMK. 
 
Disebutkan, Dirjen Dikmen dan Diksus Kemendikdasmen, Tatang Mutaqien, menegaskan bahwa pelaksanaan tracer study merupakan amanat Presiden untuk membenahi pendidikan vokasi secara menyeluruh. Menurutnya, keberhasilan SMK tidak hanya diukur dari proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga dari kualitas lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.
 
Untuk mendukung penelusuran tamatan SMK 2026, dia sebagai Kepala SMKN 1 Gandapura mengajak para lulusan tahun 2026 untuk aktif mengisi tracer study karena data tersebut bukan hanya bermanfaat bagi pemerintah, tetapi juga menjadi masukan bagi SMKN 1 Gandapura dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi kelas X, kelas XI, dan kelas XII.
 
“Ini harus menjadi gerakan bersama. Sekolah membutuhkan data yang baik, pemerintah membutuhkan data yang akurat, dan alumni dapat memberikan umpan balik agar kualitas pembelajaran terus meningkat,” kata Feri Irawan.
 
Karena itu, Feri mengajak semua guru, alumni dan seluruh pemangku kepentingan menjadikan tracer study sebagai budaya evaluasi berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan administratif.
 
Ia berharap data alumni tidak berhenti menjadi laporan statistik semata, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk memperbaiki proses pembelajaran, memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, meningkatkan layanan bimbingan karier, serta memastikan materi pembelajaran selalu relevan dengan perkembangan kebutuhan industri.
 
Menurut Feri, tracer study menjadi instrumen strategis sekolah untuk memperoleh informasi mengenai kondisi kebekerjaan lulusan, keberlanjutan studi, serta kesesuaian kompetensi lulusan dengan pekerjaan yang mereka jalani.
 
“Hasil tracer study akan menjadi data yang sangat penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan SMKN 1 Gandapura dan memastikan lulusan tidak lagi menjadi penyumbang angka pengangguran pada masa mendatang,” katanya.
 
Lebih lanjut, Feri menyampaikan bahwa Tracer Study lulusan SMKN 1 Gandapura tahun 2026 mulai dilaksanakan 1 Agustus hingga 31 Oktober 2026 mendatang dengan target 163 lulusan atau 86 persen dari sekitar 189 lulusan SMKN 1 Gandapura. 
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas