IJN - Nagan Raya | Ribuan
warga menggelar aksi unjuk rasa dengan memblokir akses jalan di 4 Desa di Kabupaten Nagan Raya pada Rabu (13/10) kemarin. Adapun 4 Desa yang menuntut dalam aksi tersebut diantaranya; Desa Kuta Makmue, Desa Gunong Reubo, Macah dan Seumambek.
Bahkah, hal itu mendapat respon cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya guna meningkatkan segera pembangunan jalan di Desa tersebut.
Baca Juga: Tuntut Janji Bupati, Ribuan Warga 4 Desa di Nagan Raya Blokir Akses Jalan
Seperti diketahui, Ke-empat Desa itu berada disepanjang daerah aliran sungai (DAS) Krueng Nagan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Nagan Raya Ir H Ardimartha mengaku, pihaknya sudah duduk bersama legislatif dan telah ada kesepakatan terkait peningkatan jalan tersebut.
Baca Juga: Ini Penjelasan Sekda Nagan Raya dan BPKD Terkait Pengadaan Mobil Dinas Bupati
Menurut Sekda, peningkatan jalan yang menghubungkan empat Desa itu sudah lama diusulkan, bahkan sudah masuk dalam dokumen anggaran Provinsi, baik dari bantuan keuangan, maupun APBA, namun dua-duanya dipotong.
"Kalau bantuan keuangan Provinsi itu refocusing dan dipotong, tidak jadi, karena ini menyangkut dengan APBA Perubahan kan tidak ada. Kemudian juga bantuan gubernur batal juga diberikan. Malah, yang satu lagi sudah dimasukkan dalam rencana umum pengadaan (RUP) barang/jasa di provinsi, ini nggak juga dilanjutkan, ini nggak tau kita masalahnya kenapa,"kata Sekda Ardimartha, Minggu 16 Oktober 2021.
Sekda Ardimartha menyebut, kedepan pihaknya juga sudah mengusulkan lagi dalam anggaran tahun 2022, namun masyarakat menginginkan sekarang dan ini tidak mungkin dilakukan. Pasalnya, APBK Perubahan juga sudah selesai dibahas, tinggal menunggu hasil evaluasi dari Provinsi.
Namun, hasil keputusan bersama legislatif kemarin, lanjut Sekda, bahwa akan laksanakan dulu bangunan penunjang, yaitu pembangunan leningnya.
Baca Juga: Somasi Pertama, Yayasan Global Ikhwan : Kami Akan Lawan PT Sentul City
"Nah, untuk sementara kita lakukan dulu pelaksanaan bangunan penunjang, leningnya dulu. Kita lakukan pergeseran nanti, bagaimana teknisnya kita lihat nanti. Insya Allah, nanti kita lakukan itu dulu lewat anggaran perubahan 2021,"demikian kata Sekda Ardimartha sembari menambahkan untuk anggaran tahun 2022 bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).
Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Nagan Raya, Jonniadi, SE, mengatakan, telah tercapai hasil kesepakatan antara eksekutif dan legislatif.
"Tadi (kemarin -- red) kami sudah duduk bersama esekutif dan akan menindaklanjuti secepat mungkin terkait hal itu. Dipastikan tahun 2022 jalan tersebut sudah teraspal," kata Jonniadi.
Dalam rapat bersama bersama tersebut dari pihak legislatif hadir Ketua DPRK, Jonniadi, SE, bersama sejumlah anggota, antara lain Zulkarnain, Teuku Bustamam, Ubit Yahya, Junid Arianto, Sulaiman TA dan Saiful Bahri. Sementara dari pihak eksekutif hadir Sekda Ardi Martha
Penulis: Hendria Irawan