IJN - Banda Aceh | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Komisi V yang membidangi bidang Kesehatan melakukan sidak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin, Kota Banda Aceh, Selasa 4 Januari 2022.
Pada pukul 15:00 Wib Anggota Komisi V DPRA tiba di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUDZA dan langsung melakukan pengecekan serta mewawancarai keluarga pasien untuk mendapatkan informasi tentang pelayanan. Bahkan, pihaknya juga mewawancarai pihak petugas IGD untuk mengetahui fasilitas IGD, ruangan jenazah, kemotoran, ruang inap pasien, serta ruang radiologi dan adimision centre.
Tarmizi, SP kepada IndoJayaNews.com, mengatakan, komisi V sering melakukan sidak ke RSUDZA setempat. Bahkan, sering memanggil pihak manajemen Rumah Sakit ke Komisi V untuk membicarakan terkait pelayanan kepada pasien.
"Diawal tahun 2022, kami sengaja melakukan sidak sebelum dilakukan rapat khusus dengan pihak RSUDZA. Setiap keluhan masyarakat kami tampung, kemudian kami cek langsung ke lapangan. Sehingga pada saat rapat yang kami bicarakan adalah evaluasi untuk solusi. misalnya keluhan saat ini pasien di IGD membludak karena tidak cukup ruangan, sehingga terpaksa dirawat di luar ruangan IGD. Karena IGD RSUDZA awalnya disiapkan untuk 400 pasien, sedangkan saat ini RSUDZA berkapasitas hampir 800 pasien," kata Tarmizi.
Tarmizi mengakui, saat melakukan sidak, pihaknya mendapati ada 40 kamar yang bermasalah karena bocor akibat rembesan air.
"Maka sebagai solusi untuk meminimalisir kami minta RSZA untuk melakukan rehab segera menggunakan dana BLUD,"ucap dia.
Selain itu, Tarmizi juga menyarankan terkait kekurangan petugas di ruang IGD tersebut, dia menyarankan agar ditambah.
Terkait rencana pemerintah untuk mengurangi jumlah tenaga kontrak tahun 2023, Tarmizi menyebutkan, akan bicarakan kembali. "Karena ada sekitar 1500 tenaga kontrak di RSUDZA, jika di PHK bisa berhenti aktivitas di RSUDZA bahkan terganggu pelayanan," sebutnya.
"Intinya kami adalah wakil rakyat. Wajib bagi kami memastikan pelayanan terbaik untuk rakyat. Semua yang bertugas di rumah sakit di gaji dengan uang rakyat. Jadi pelayanan untuk masyarakat tidak boleh cilet-cilet,"tegas Tarmizi
Diketahui, adapun anggota Komisi V yang ikut dalam sidak tersebut yaitu Ketua Komisi V M. Rizal Falevi Kirani, Anggota Tarmizi, SP, dr Purnama, Fachrurrazi, Ansari Muhammad, Muslim Syamsuddin dan Nora Idah Nita.
Penulis : Hendria Irawan