23 Okt 2026 | Dilihat: 40 Kali

Tokoh Masyarakat Beutong Syafrudin Usul Pendirian Tugu Batu Giok di Ulee Jalan

noeh21
Tokoh masyarakat Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Syafrudin  akrab disapa Pak Din Rimueng. Foto. Dok Pribadi
      
IJN - Suka Makmue  | Tokoh masyarakat Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Syafrudin  akrab disapa Pak Din Rimueng menyampaikan usulan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya agar mendirikan Tugu Batu Giok di kawasan pusat Kota Babussalam Ulee jalan, Kecamatan Beutong.

Syafrudin mengatakan, usulan tersebut disampaikan mengingat nilai sejarah dan keistimewaan batu biok bagi masyarakat Nagan Raya.

"Batu Giok yang digunakan sebagai bahan utama pembangunan masjid giok di Nagan Raya berasal dari Kecamatan Beutong. Batu ini bukan sekadar material bangunan biasa, melainkan memiliki nilai yang sangat istimewa dan sakral bagi masyarakat setempat," kata Syafrudin dalam keterangannya diterima IndoJayaNews, Jum'at 23 Oktober 2026.

Ia menyebutkan, bongkahan batu giok dari pegunungan Beutong diambil untuk pembangunan Masjid Giok yang megah di Kabupaten Nagan Raya.

"Sudah sepantasnya kita mengabadikan sejarah ini agar tidak hilang ditelan zaman," sebutnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa keberadaan Masjid Giok kini telah dikenal luas, bahkan namanya mulai diakui hingga ke tingkat internasional.

Oleh karena itu, pendirian Tugu Batu Giok di pusat Kota Babussalam ulee jalan memiliki makna yang sangat strategis dan mendesak untuk diwujudkan.

Dasar Pentingnya Pendirian Tugu Batu Giok

1. Mengabadikan Sejarah Asal-Usul

Agar generasi mendatang selalu mengetahui bahwa batu Giok yang menjadi bagian Masjid Giok berasal dari Kecamatan Beutong. Sejarah ini harus dicatat dan diingat, bukan dilupakan.

2. Simbol Keberkahan dan Kebersamaan

Batu dari Beutong kini menjadi bagian masjid yang digunakan oleh seluruh masyarakat Nagan Raya. Ini adalah simbol bahwa kita semua bersatu, saling melengkapi, dan memiliki tujuan yang sama: membangun kebaikan bersama.

3. Memperindah dan Mengangkat Martabat Kota

Dengan Masjid Giok yang mulai dikenal secara internasional, keberadaan tugu ini akan menjadi penanda identitas yang megah dan bermakna di pintu masuk maupun pusat Kota Babussalam ulee jalan. Tugu ini sekaligus menjadi sarana informasi sejarah bagi siapa pun yang berkunjung ke daerah Beutong.

4. Membangun Rasa Bangga dan Tanggung Jawab.

Masyarakat Beutong merasa turut memiliki sejarah keagamaan yang besar. Tugu ini akan membangkitkan semangat warga untuk terus menjaga kebersihan, ketertiban, dan keharmonisan di wilayahnya sebagai bagian dari kota yang bersejarah.

Pak Din Rimung berharap Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dapat mempertimbangkan usulan ini secara serius, dan memasukkan pendirian Tugu Batu Giok ke dalam rencana pembangunan daerah mendatang.

"Kami tidak meminta yang megah dan mahal, cukup tugu yang sederhana namun bermakna. Sebuah pengingat dari Beutong untuk Masjid Giok, untuk Nagan Raya, dan untuk dunia," demikian tutupnya.





Penulis : Ray
Editor: Redaksi
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas