IJN - Bireuen | Keuchik Keude Matangglumpang Dua, Teuku Irvan, cucu ulama Ampoen Syiek Peusangan, mendesak pengurus Yayasan Almuslim Peusangan menggelar pra musyawarah secara terbuka dengan melibatkan seluruh keuchik (kades), Tgk. Imum, Tgk. Mukim, dan Tgk. Imum Syiek se-Peusangan Raya.
Ia menegaskan, amanah wakaf tidak boleh dikelola seolah-olah menjadi milik pribadi atau kelompok tertentu. Keterbukaan pengelolaan aset dan pelibatan tokoh masyarakat dinilai penting menjelang musyawarah yayasan.
“Jangan main-main dengan amanah wakaf. Ini bukan milik pribadi atau kelompok tertentu, melainkan amanah para pendahulu untuk kepentingan masyarakat Peusangan Raya. Jika aspirasi ini terus diabaikan, kami akan menolak hasil musyawarah tersebut dan mempertimbangkan menggelar musyawarah sendiri melalui mekanisme yang sah,” tegas Teuku Irvan, Jumat, 23 Oktober 2026.
Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui aset wakaf, hasil pengelolaan, pemanfaatan, serta pertanggungjawabannya.
Ia mengingatkan bahwa harta wakaf harus dikelola sesuai ikrar dan peruntukannya, termasuk untuk membantu fakir miskin, anak yatim, keluarga kurang mampu, serta membayar gaji tenaga pendidik sesuai ketentuan wakaf.
Teuku Irvan juga meminta kejelasan mengenai pembagian kewenangan pengelolaan dana atau harta wakaf di masing-masing lembaga dan universitas, termasuk mekanisme pengawasan serta pelaporannya.
“Ini bukan sekadar persoalan jabatan, melainkan amanah, transparansi, dan tanggung jawab kepada para pendahulu. Jangan sampai anak cucu kita mewarisi tanda tanya atas harta wakaf yang seharusnya membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Tuntutan tersebut bukan untuk memperoleh perlakuan istimewa, melainkan memastikan pra musyawarah berlangsung terbuka, seluruh unsur terkait mendapat ruang menyampaikan aspirasi, dan pengelolaan wakaf dapat dipertanggungjawabkan sesuai hukum serta ikrar wakaf, katanya.
“Jangan tutup pintu musyawarah dan jangan abaikan aspirasi masyarakat. Yayasan Almuslim Peusangan harus dijaga bersama demi kepentingan masyarakat dan generasi mendatang,” pungkasnya.
Penulis : Amiruddin
Editor: Muhammad Zairin