24 Ags 2026 | Dilihat: 37 Kali

Waled Ibrahim Pimpinan Dayah Darul Falah Jeunieb, Bupati Tekankan Regenerasi Ulama

noeh21
Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, ST bersama unsur Forkopimda dan Para ulama pada acara Pengukuhan Waled Ibrahim sebagai Pimpinan Dayah Darul Falah Jeunieb di Kompleks dayah setempat di Kecamatan Jeunieb | (Foto : IJN / Amiruddin).
      
IJN - Bireuen | Waled Ibrahim resmi dikukuhkan sebagai Pimpinan Dayah Darul Falah Jeunieb dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Kompleks Dayah Darul Falah, Desa Meunasah Tunong Lueng, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Senin 24 Agustus 2026. 
 
Pengukuhan tersebut menjadi bagian penting dalam keberlanjutan pendidikan Islam di Dayah Darul Falah, sekaligus menandai estafet kepemimpinan setelah lebih dari dua dekade dipimpin oleh Tgk. Hj. Ummi Latifah binti Ismail.
 
Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T., yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan ucapan selamat kepada Waled Ibrahim. Ia berharap kepemimpinan baru mampu meneruskan perjuangan dan nilai-nilai keilmuan yang telah diwariskan pendiri Dayah Darul Falah, Abu H. Abdusshamad bin Tgk. Mudajini atau Abu Di Lheue.
 
“Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan ikhlas dan menjadi bagian dari perjuangan dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak,” ucap Bupati Bireuen. 
 
Menurutnya, keberadaan dayah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, terutama di tengah berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bireuen berkomitmen memperkuat sinergi dengan ulama dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dayah sebagai pusat pendidikan sekaligus benteng moral.
 
Bupati juga memberikan penghargaan kepada Tgk. Hj. Ummi Latifah binti Ismail atas dedikasi dan pengabdiannya selama lebih dari 20 tahun dalam memimpin Dayah Darul Falah.
 
“Pengabdian yang telah diberikan tentu menjadi bagian dari sejarah dan perjalanan Dayah Darul Falah. Semoga menjadi amal jariyah dan terus menjadi teladan bagi generasi penerus,” katanya.
 
Kepada pimpinan baru, Bupati berharap Dayah Darul Falah tidak hanya melahirkan generasi yang menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki akhlak, wawasan luas dan kecintaan terhadap tradisi keilmuan.
 
Ia juga berpesan kepada para santri agar menjadikan ilmu dan akhlak sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan.
 
“Hormati guru, muliakan orang tua, bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu dan jagalah nama baik dayah. Jadilah generasi yang berilmu, berakhlak dan mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat dan daerah,” pesannya.
 
Ketua panitia, Tgk. Iskandar, menyampaikan apresiasi kepada para ulama, dermawan, tokoh masyarakat dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya prosesi pengukuhan. Menurutnya, dukungan berupa tenaga, pikiran maupun materi menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
 
Prosesi pengukuhan turut dihadiri unsur Forkopimda Bireuen, pejabat Pemkab Bireuen, para ulama dan pimpinan dayah, Forkopimcam Jeunieb, tokoh masyarakat, keluarga besar Dayah Darul Falah serta para santri.
 
Setelah pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan peusijuk terhadap Waled Ibrahim oleh sejumlah ulama, di antaranya Abu Tanjong Bungong, Abu Di Idi, Abati Darul Falah dan Waled Gampong Gajah.
 
Dengan kepemimpinan baru tersebut, Dayah Darul Falah diharapkan terus berkembang sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya menjaga tradisi keilmuan, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman dan melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak serta bermanfaat bagi masyarakat.
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin