20 Sep 2026 | Dilihat: 80 Kali

Urat Nadi Lintas Timur Aceh Kembali Tersambung

noeh21
Teks foto:  Direktur Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Gatot Sukmara, S.T., M.T., didampingi Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T. dan dan unsur Forkopimda pada acara open traffic Jembatan Krueng Tingkeum Kecamatan Kuta Blang, Bireuen. Foto : IJN.
      
IJN - Bireuen | Setelah sempat terputus akibat banjir besar akhir 2025, urat nadi transportasi lintas timur Aceh akhirnya kembali berdenyut. Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, resmi dibuka untuk umum melalui prosesi Open Traffic pada Minggu, 20 September 2026.
 
Pembukaan jembatan sepanjang kurang lebih 200 meter ini dilakukan langsung oleh Direktur Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Gatot Sukmara, S.T., M.T., didampingi Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T.
 
Hadir juga Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Ir. Zulkarnaini, S.P., S.T., M.Si., jajaran PJN Wilayah I Aceh, Wakil Bupati Bireuen, unsur Forkopimda, Sekda Bireuen, para Kepala SKPK, tokoh masyarakat, keuchik, hingga kontraktor pelaksana PT Adhi Karya.
 
Dalam sambutannya, Gatot Sukmara menegaskan jembatan baru Kutablang telah memenuhi seluruh kaidah teknis.
 
"Dari segi desain, konstruksi, mutu, hingga uji beban, semuanya sudah lulus. Jadi hari ini siap kita lakukan open traffic untuk lalu lintas umum," katanya. 
 
Ia menjelaskan, pembukaan jembatan baru ini untuk mengalihkan arus dari jembatan lama Kutablang, yang pembangunannya masih akan dilanjutkan untuk memperlancar arus logistik Aceh-Sumatera.
 
Gatot juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Bupati Bireuen atas pengawalan intensif hingga ke pemerintah pusat, serta kepada TNI, Polri, Kejati, Dinas Perhubungan, dan masyarakat Aceh atas kesabaran selama proses pembangunan.
 
Komitmen tersebut dibenarkan Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T. Ia menyebut jembatan ini adalah hasil perjuangan dan koordinasi tanpa henti Pemkab Bireuen dengan pemerintah pusat pasca bencana.
 
"Banjir akhir November 2025 lalu menyebabkan kerusakan luar biasa. Ada 12 jembatan hancur di sepanjang Krueng Peusangan, dari Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan hingga Pante Rhue, termasuk 4 jembatan gantung," ungkap Mukhlis.
 
Di bawah pengawalannya, tahun ini sudah 3 jembatan ditangani: Jembatan Krueng Tingkeum dan Teupin Mane yang menjadi kewenangan pusat karena menghubungkan jalur pantai timur ke wilayah tengah seperti Bener Meriah dan Gayo Lues, serta Jembatan Pante Lhong yang merupakan kewenangan kabupaten namun dibantu pusat.
 
"Tahun depan atas usulan kita, akan dibangun lagi 3 jembatan: Jembatan Peusangan - Peusangan Siblah Krueng sepanjang ±200 meter, Jembatan Ulee Jalan, dan Jembatan Alu Limeng," tambahnya.
 
Bupati Mukhlis juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri PU Dody Hanggodo atas perhatian cepat terhadap infrastruktur Bireuen.
 
Sementara itu, Kepala BPJN Aceh menegaskan Jembatan Krueng Tingkeum kini sudah 100% bisa dilalui masyarakat dan menjadi jalur vital logistik Aceh-Sumatera.
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin