07 Jan 2026 | Dilihat: 220 Kali
Warga Minta Jembatan Pante Lhong yang Putus Dihantam Banjir, Dibangun Jembatan Bailey
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud dan rombongan meninjau Jembatan Pante Lhoong, di Desa Kubu, Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, Rabu, 7 Januari 2026. Foto: IJN/Amiruddin.
IJN - Bireuen | Warga yang berdomisili di wilayah Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen sangat mengharapkan agar pemerintah membangun jembatan Bailey untuk menghubung kembali jembatan Pante Lhong yang putus akibat banjir dan longsor yang terjadi pada penghujung tahun lalu.
Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan tiga kecamatan sekaligus yaitu Kecamatan Peusangan, Peusangan Siblah Krueng hingga Kecamatan Makmur. Putusnya jembatan ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh, terutama penjualan hasil pertanian dan akses pendidikan.
Demikian antara lain disampaikan Zulfikar Muhammad kepada wartawan pada saat kunjungan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H Ruslan Daud (HRD), untuk meninjau langsung jembatan putus tersebut yang menghubungkan Gampong Pantee Lhong Kecamatan Peusangan dengan Desa Kubu Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, Rabu, 7 Januari 2026.
Zulfikar Muhammad, warga Desa Kubu tersebut lebih lanjut mengatakan, jembatan itu sangat dibutuhkan masyarakat. Pasalnya, hampir seluruh aktivitas ekonomi warga di sana sangat membutuhkan jembatan dimaksud untuk memudahkan jalur transportasi.
Hal senada juga dikatakan Keuchik Desa Kubu, Razali. Menurut dia, sebagai pengganti jembatan rangka baja yang putus tersebut, warga Peusangan Siblah Krueng berharap dapat dibangun jembatan bailey.
"Alhamdulillah dalam kunjungan tersebut, HRD menyampaikan komitmennya untuk mengupayakan pembangunan jembatan bailey agar aktivitas masyarakat bisa segera kembali normal," katanya.
Selain berdampak pada sektor perekonomian, rusaknya jembatan tersebut juga sangat mengganggu anak-anak sekolah yang pada umumnya bersekolah di Kecamatan Peusangan.
“Kalau jembatan tidak segera dibangun kembali, kami harus memutar lewat Kutablang melalui lintas nasional Medan-Banda Aceh yang jaraknya mencapai 20 Km ke Matang Geulumpang dua, sedangkan lewat jembatan Pante Lhoong hanya berjarak 3 Km," ujar Razali.
Selain masalah jembatan, warga di sana juga mengharapkan pemerintah segera menurunkan alat berat guna membersihkan material lumpur yang menumpuk di kawasan permukiman. "Ketinggian lumpur hampir mencapai dua meter, terutama di Desa Kubu," katanya.
Penulis : Amiruddin
Editor : Muhammad Zairin