08 Sep 2026 | Dilihat: 43 Kali

Pemkab Nagan Raya Hidupkan Kembali Sawah Terlantar di Blang Baro Rambong

noeh21
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berkomitmen mengembalikan fungsi lahan tersebut agar kembali produktif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Foto. IJN
      
IJN - Suka Makmue | Aspirasi Masyarakat Gampong Blang Baro Rambong, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, untuk kembali mengolah lahan persawahan yang selama bertahun-tahun terlantar mulai menemukan titik terang.

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berkomitmen mengembalikan fungsi lahan tersebut agar kembali produktif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
 
Komitmen itu disampaikan Bupati Nagan Raya Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H. melalui Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP), Marzuki, S.E., dalam kegiatan Rembuk Tani bersama tokoh masyarakat, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), kelompok tani, serta unsur TNI dari Danki TP 856 di Masjid Gampong Blang Baro Rambong, Senin malam 7 September 2026
 
Marzuki mengatakan, pertemuan tersebut membahas kesiapan masyarakat dalam menerima dan mendukung program rehabilitasi sawah terlantar yang direncanakan bersumber dari APBN.
 
“Mari kita hidupkan kembali sawah yang telah lama terlantar. Dengan kembali ke sawah, kita bukan hanya mengejar hasil panen, tetapi juga menghidupkan kembali keberkahan, nilai religius, dan warisan perjuangan orang tua kita,” ujar Marzuki.
 
Salah satu areal persawahan milik masyarakat di Gampong Blang Baro Rambong direncanakan menjadi lokasi pelaksanaan rehabilitasi. Program ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengembalikan lahan tidur menjadi areal pertanian yang produktif.
 
Menurut Marzuki, pemanfaatan kembali lahan terlantar akan meningkatkan luas tanam, produksi padi, membuka peluang kerja, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
 
Ia juga mengajak masyarakat mengenang perjuangan para leluhur yang dahulu bersusah payah mencetak sawah sebagai sumber kehidupan keluarga.
 
“Watee sigo-go ta troen u blang, tanyo teingat penulang ureung tuha ngen ka hanale. Insya Allah ta sama-sama kirem Al-Fatihah keu gopnyan.”
 
Marzuki menambahkan, aktifnya kembali lahan persawahan diharapkan turut menghidupkan tradisi masyarakat Aceh seperti khanduri blang, gotong royong, serta doa bersama sebagai wujud syukur kepada Allah SWT.
 
Masyarakat Sambut Positif
 
Tokoh masyarakat Gampong Blang Baro Rambong, Ibnu Amin, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.
 
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan mendukung penuh program rehabilitasi sawah ini. Semoga segera terealisasi sehingga sawah yang lama terlantar akibat bencana alam dapat kembali menjadi sumber penghidupan masyarakat,” katanya.
 
Ia menegaskan masyarakat siap bergotong royong menjaga dan mengelola kembali lahan persawahan demi masa depan pertanian gampong.
 
Rembuk tani tersebut menjadi awal tumbuhnya semangat baru bagi masyarakat Blang Baro Rambong. Sawah yang selama ini terbengkalai diharapkan kembali menghijau, aktivitas petani kembali bergeliat, dan perekonomian desa kembali hidup.
 
Dari sawah yang terlantar, tumbuh harapan baru. Dari kebersamaan, lahir kekuatan untuk membangun pertanian dan kesejahteraan masyarakat Nagan Raya.





Penulis: Hendria Irawan
Editor: Muhammad Zairin