25 Okt 2021 | Dilihat: 559 Kali

89 Hari Vaksinasi Massal Pemerintah Aceh, Sebanyak 80.895 Orang Telah Disuntik

noeh21
Salah satu peserta vaksinasi massal Covid-19 sedang melakukan pengecekan tensi darah sebelum divaksin, di Banda Aceh Convention Hall, Senin (25/10/2021).
      

IJN - Banda Aceh | Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Aceh, Muhammad Iswanto mengatakan, ada sebanyak 376 orang disuntik vaksin Covid-19 pada Senin ini. Dengan penambahan itu, sampai hari ini sebanyak 80.895 yang telah divaksin di Banda Aceh Convention Hall (BACH).

“Hari ini pelaksanaan hari ke 89 vaksinasi massal tahap ke dua. Sampai hari ini tercatat sebanyak 80.895 orang yang telah divaksin di lokasi ini,”kata Iswanto dalam keterangannya di Banda Aceh. Senin 25 Oktober 2021.

Iswanto menyebut, jumlah itu merupakan angka yang di BACH saja. Jika direkapitulasi dari seluruh Aceh, maka angkanya telah mencapai satu juta lebih.

Selain itu, Iswanto mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk datang mendaftarkan diri agar mendapatkan fasilitas vaksin yang tersedia di seluruh tempat layanan kesehatan masyarakat di seluruh Aceh.

Sementara itu, Koordinator vaksinasi massal Pemerintah Aceh yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman mengatakan, dari 376 orang yang divaksin pada Senin hari ini, sebanyak 185 merupakan mereka yang disuntik dosis pertama.

"Sementara 191 lainnya merupakan mereka yang disuntik dosis kedua, dan 5 lainnya adalah mereka yang tertunda suntik beberapa waktu lalu,"katanya

Dr. Iman menjelaskan, vaksinasi massal hari ini merupakan vaksinasi tahap kedua pelaksanaan hari ke 89. Dalam vaksinasi tahap dua sebanyak 73.476 orang disuntik. Sisanya merupakan mereka yang disuntik pada pelaksanaan vaksinasi tahap pertama.

"Puluhan ribu orang yang divaksin tersebut tidak lepas dari kerja keras para vaksinator. Mereka bekerja sampai sore hari, dengan tujuan melayani seluruh masyarakat Aceh,"jelasnya

“Mereka telah menunjukkan dedikasi tinggi untuk menjaga rakyat Aceh sehingga tidak tertular virus Covid-19,”demikian kata dr. Iman. [red]