22 Sep 2026 | Dilihat: 29 Kali

Edi Saputra : Korban Kebakaran Warga Seuleumbah adalah Duka Kita

noeh21
Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Dusun Buket Paya, Gampong Seuleumbah, Kecamatan Jeumpa.Foto: IJN/ Dok. PMI Bireuen
      
IJN - Bireuen | Senja yang biasanya menjadi waktu keluarga berkumpul di rumah, berubah menjadi kepanikan bagi warga Dusun Buket Paya, Gampong Seuleumbah, Kecamatan Jeumpa, Senin 21 September 2026. 
 
Sekitar pukul 17.30 WIB, kobaran api melalap dua rumah warga hingga rata dengan tanah. Dalam waktu singkat, tempat yang selama ini menjadi ruang berteduh, berkumpul dan menyimpan banyak kenangan, berubah menjadi puing-puing.
 
Dua keluarga, masing-masing Juhari dan Iwan Saputra, harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.
 
Sehari setelah kejadian, Selasa, 22 September 2026 pagi, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M., datang langsung ke lokasi.
 
Di antara sisa-sisa bangunan yang hangus, Edi tidak hanya datang membawa bantuan. Ia duduk dan berbicara langsung dengan keluarga korban, mendengarkan cerita mereka, serta memberikan penguatan agar mereka tetap tegar menghadapi musibah.
 
Bagi keluarga korban, perhatian itu menjadi berarti. Ketika sebagian besar yang mereka miliki telah dilalap api, kehadiran orang lain yang datang untuk peduli memberi pesan bahwa mereka masih memiliki saudara untuk berbagi beban.
 
“Tidak ada kata yang mampu mengobati rasa kehilangan atas tempat tinggal yang dibangun dengan keringat dan doa. Namun, kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita tidak berjalan sendirian melewati masa-masa sulit ini,” kata Edi Saputra.
 
Ia menegaskan, musibah yang menimpa warga Seuleumbah bukan sekadar kabar tentang kebakaran, tetapi juga persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian bersama.
 
“Duka warga Seuleumbah adalah duka kita bersama,” katanya.
 
Dalam kunjungan tersebut, PMI Kabupaten Bireuen menyerahkan bantuan masa panik berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat untuk membantu memenuhi kebutuhan korban setelah kehilangan tempat tinggal.
 
Edi juga meminta relawan PMI Ranting Kecamatan Jeumpa tetap bersiaga dan berkoordinasi dengan pemerintah gampong serta instansi terkait.
 
Menurutnya, bantuan pada masa awal bencana penting untuk meringankan beban korban, tetapi pendampingan setelah musibah juga tidak kalah penting.
 
Sebab, setelah api padam dan puing-puing dibersihkan, keluarga korban masih harus menghadapi hari-hari panjang untuk kembali menata kehidupan.
 
Di Dusun Buket Paya, luka akibat kebakaran mungkin belum akan segera hilang. Namun, pagi itu, di tengah rumah yang telah menjadi puing, hadir sebuah pesan sederhana: mereka tidak sendirian menghadapi duka.
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin