12 Jan 2026 | Dilihat: 306 Kali

UTD RSUD dr Fauziah Bireuen Kekurangan Stok Darah

noeh21
Penanggungjawab UPD RSUD dr Fauziah Bireuen, Wardati, SKM, MKM. Foto: IJN / Amiruddin.
      
IJN - Bireuen | Unit Pengelola Darah (UPD) RSUD dr Fauziah Bireuen dilaporkan mengalami kekurangan stok darah, bahkan sempat kekosongan untuk sejumlah golongan, sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah secara mendesak.
 
Penanggung jawab UPD RSU dr. Fauziah Bireuen, Wardati, SKM, MKM, Senin, 12 Januari 2026, mengatakan, 
kekosongan stok ini terjadi akibat menurunnya jumlah pendonor dalam beberapa waktu terakhir, sementara kebutuhan darah di rumah sakit rujukan tersebut terus meningkat, seperti pasien gawat darurat, penderita penyakit kronis yang rutin membutuhkan transfusi.
 
Kondisi ini memaksa pihak rumah sakit untuk meminta keluarga pasien mencari pendonor pengganti secara mandiri. “Kami sangat berharap partisipasi masyarakat untuk mendonorkan darahnya. Setetes darah sangat berarti dan dapat menyelamatkan nyawa,” katanya.  
 
Pihak RSUD dr Fauziah bersama UPD juga mengimbau kepada berbagai pihak termasuk swasta, organisasi kemasyarakatan, serta komunitas relawan untuk menggelar kegiatan donor darah guna membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Bireuen.
 
Dia mengatakan, masyarakat yang ingin mendonorkan darah dapat langsung datang ke UTD RSUD dr Fauziah Bireuen dengan membawa identitas diri dan dalam kondisi sehat. Donor darah tidak hanya membantu sesama, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya sendiri
 
“Stok darah memang sangat sedikit minggu ini, bahkan pernah kosong. Kami sempat menerima bantuan sumbangan darah dari PMI Pusat beberapa waktu lalu, namun saat ini persediaan tersebut sudah habis,” ucap Wardati.
 
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Gerakan Pemuda dan Mahasiswa (GPPM) Kabupaten Bireuen, Azhari, S.Sy, MH, CPM mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan donor darah demi membantu sesama.
 
“Kami mengajak seluruh masyarakat Bireuen untuk tergerak melakukan donor darah. Setetes darah yang kita sumbangkan sangat berarti dan bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” kata Azhari.
 
Menurut Azhari, persoalan kekurangan stok darah di UTD RSUD Dr Fauziah Bireuen adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pihak rumah sakit atau PMI semata.
 
“Donor darah adalah wujud kepedulian sosial yang nyata. Kami dari GPPM dan DPD Ikatan Keluarga Anti Narkoba (IKAN) siap mendorong dan mendukung kegiatan donor darah, baik secara kolektif maupun individu, demi memastikan ketersediaan darah di Bireuen tetap aman,” tegasnya.
 
Penulis: Amiruddin 
Editor : Muhammad Zairin