IJN – Pidie | Mendengar kata Boh Manok Weng (BMW) Lamue sama sekali tak asing di telinga masyarakat Kabupaten Pidie. Boh Manok Weng merupakan minuman yang mengandung energi. Pasalnya, di dalam gelas BMW Lamue itu disebutkan terdapat telur ayam yang sudah dikocok, lalu dicampur gula pasir, susu kental manis, dan es serut.
Menariknya lagi, untuk telur yang disajikan sendiri tergantung selera bagi penikmatnya. Kadang-kadang menggunakan kuning telur ayam kampung dan tak jarang pulang pakai telur ayam bebek. Bahkan minuman ini pun telah berkembang hingga hampir seluruh Aceh.
Rasanya yang manis, creamy, dan segar membuat Boh Manok Weng Lamue disukai banyak orang, terutama di kalangan masyarakat Pidie. Salah satu tempat terbaik untuk menonton Boh Manok Weng Lamue asli adalah di Desa Lamue, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.
Di desa ini, terdapat banyak warung dan kedai yang menyajikan Boh Manok Weng Lamue dengan resep turun-temurun. Menurut Indra, campuran beragam yang ada di satu gelas Boh Manok Weng bisa menambah energi setelah melepas lelah seharian.
Kebanyakan para penikmat Boh Manok Weng disajikan di malam hari. “Karena memang minuman ini untuk bersantai sambil bercengkrama bersama teman atau rekan kerja,” ujarnya, Senin 7 Oktober 2024.
Boh Manok Weng Lamue. | (Foto IJN)
Sebagai teman minum segelas Boh Manok Weng biasanya lemang, roti tawar dan penganan lainnya. Kesegaran Boh Manok Weng didapat setelah dikombinasikan dengan es.
Boh Manok Weng Lamue bukan hanya sekedar minuman biasa, tetapi juga memiliki nilai budaya dan tradisi yang tinggi. Minuman ini biasanya disajikan saat acara-acara penting, seperti pernikahan, syukuran, dan perayaan lainnya. Boh Manok Weng Lamue juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan, seperti meningkatkan stamina dan vitalitas.
Proses pembuatan Boh Manok Weng Lamue terbilang unik dan menarik. Pertama, kuning telur ayam kampung segar dipisahkan dari putihnya. Kemudian kuning telur diblender dengan gula pasir, susu kental manis, dan es serut menggunakan alat pengocok tradisional yang terbuat dari bambu.
“Boh Manok Weng memang merupakan minuman tradisional yang sudah turun temurun di kampung kami ini, bang. Namun meski sering minumnya, tapi tak bosan-bosan. Malah bisa-bisa ketagihan,” lirih Samsul, warga Groronggrong ini.
Boh Manok Weng merupakan warisan kuliner endatu khas daerah Pidie. Nama minuman ini berasal dari kata boh manok yang berarti ayam dan weng yang berarti diputar. Dari segi harga diperkirakan segelas Boh Manok Weng sekira Rp 10 ribu. Sedangkan kue yang tersedia rata-rata Rp 1.000.
"Harganya masih sederhana bang. Tak menguras kantong. Cukuplah untuk kalangan muda-mudi menikmatinya," tandas Samsul
Menilik dari ciri Boh Manok Weng, memang tak jauh berbeda dengan minuman Teh Susu Telur (TST) yang ada di Medan. Campuran kuning telur, bersama teh dan susu dipadu jadi satu. Selanjutnya diblender biar telur menyatu dengan ragam campurannya. (***)