Pesona Wisata Pidie: Kerupuk Emping Penganan Khas Pengunggah Selera
Kerupuk Emping oleh-oleh para pecinta makanan. | (Foto Dok IJN)
IJN - Pidie | Tak cuma destinasi wisata yang bisa dinikmati saat pengunjung singgah ke Kabupaten Pidie. Lebih dari situ ada sejumlah kuliner yang dapat mengunggah selera dan layak dijadikan oleh-oleh. Salah satunya kerupuk emping yang terbuat dari buah melinjo.
Untuk mendapatkan kerupuk emping di Pidie, itu taklah sulit. Sejumlah toko berjejer di pasar/pajak Beureunuen tepatnya di jalan lintas Medan-Banda Aceh. Harganya cukup bervariasi. Antara Rp 50-100 ribu per kilogram sesuai keinginan dan jenisnya.
Malah tak lengkap rasanya apabila melintasi Pidie tak singgah untuk membeli buah tangan kerupuk melinjo tersebut. Di Aceh kerupuk melinjo disebut juga dengan kerupuk Mulieng. Dan daerah penghasil kerupuk melinjo itu berada di Mukim Beureueh di Kecamatan Mutiara.
Karena banyaknya peminat pengunjung membeli oleh-oleh kerupuk melinjo, usaha rumahan warga itu telah berkemang di empat gampong. Yaitu Gampong Blang, Gampong Dayah, Gampong Sagoe, dan Gampong Pante.
Elvi, seorang pegawai negeri sipil yang datang ke Aceh saat itu juga sempat singgah di pasar Beureunuen, Pidie. Ya, wanita 55 tahun ini singgah untuk membeli kerupuk melinjo khas di sana.
"Rasa emping di sini beda dengan daerah lain. Jadi tiap saya datang ke Aceh tetap singgah di pasar ini untuk membeli oleh-oleh emping. Malah teman dan keluarga saya kadang pesan supaya oleh-olehnya dibelikan saja emping," sebut Elvi saat berada di pasar Beureunuen, Rabu 2 Oktober 2024.
Kerupuk Mulieng
Kerupuk Mulieng, merupakan salah satu komoditi pengolahan hasil pertanian yang memiliki nilai tinggi, baik karena rasa yang enak, dan harga jual yang relatif mahal. Kerajinan kerupuk Mulieng kini telah menjadi pekerjaan utama para ibu-ibu rumah tangga, dan para remaja di Kemukiman Beureueh.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Pidie, September 2017, luasan tanam pohon Melinjo mencapai 33,075 ribu hektare. Dengan luas tanam lebih dari 33 ribu Hektare itu, menjadikan Kabupaten Pidie sebagai surganya Mulieng (Melinjo).
Bahkan BPS menyebutkan, Mulieng tidak hanya sekedar panen lalu dijual, tetapi beberapa wilayah di Pidie mengolahnya menjadi Kerupuk Emping dari buah Melinjo.
Dalam literasi juga disebutkan bahwa emping melinjo kaya akan serat, protein, zat besi, dan vitamin B. Emping melinjo juga memiliki kandungan kalsium dan fosfor yang cukup tinggi.
Kandungan nutrisi ini membuat emping melinjo cocok dikonsumsi sebagai camilan sehat dan bergizi. Dalam beberapa kasus, emping melinjo juga dikonsumsi sebagai makanan pengganti nasi, terutama bagi mereka yang sedang menjalankan program diet atau program penurunan berat badan.
"Tamu saya yang kadang saya bawa juga minta berhenti di pasar Beureunuen ini, bang. Ya, cuma untuk beli kerupuk melinjo. Kadang pun saya dapat jatah oleh pemilik toko karena sudah membawa penumpang singgah ke tokonya," urai Zakir, seorang sopir travel Medan-Aceh ini.
Dia pun tak memungkiri bahwa harga kerupuk emping di Pidie jauh beda dengan di Medan. Kerupuk emping hasil Pidie teksturnya halus dan renyah. Sedang kerupuk emping dari Medan teksturnya kasar dan kadang keras dikunyah.
"Memang setahunya ada beberapa macam jenis kerupuk emping yang dijual di toko kawasan pasar Beureunuen ini. Kualitas super yang lebar dan terendah ukuran kecil," tanda Zakir yang asli warga Kabupaten Pidie ini.
Emping melinjo dari Kabupaten Pidie juga memiliki nilai ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat setempat. Produksi emping melinjo telah menjadi sumber penghasilan dan pekerjaan bagi ribuan warga di Kabupaten Pidie yang terlibat langsung dalam proses pengolahan dan pemasaran emping melinjo.
Selain itu, emping melinjo juga menjadi salah satu andalan ekonomi daerah Kabupaten Pidie yang sudah dikenal hingga ke mancanegara. (***)