19 Sep 2021 | Dilihat: 637 Kali

Aktivis HAM Papua Harap Konflik TNI dan KKB Tak Korbankan Warga Sipil

noeh21
Ilustrasi
      

IJN - Jakarta | Pegiat Hak Asasi Manusia Papua, Theo Hesegem mengharapkan konflik antara TNI-Polri dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) tidak mengorbankan warga sipil seperti yang dialami tenaga kesehatan di Pegunungan Bintang.

Baca Juga: Polri Jamin Keamanan Para Tenaga Kesehatan di Papua

"Petugas kesehatan itu pekerja kemanusiaan, jadi mereka tidak harus diperlakukan secara tidak manusiawi. Kami tidak mengerti kenapa akhir-akhir ini masyarakat sipil menjadi korban baik Papua maupun non-Papua," ucapnya di Wamena, Minggu 19 September 2021.

Warga sipil seperti tenaga medis dan guru tidak harus diganggu oleh kedua pihak jika hendak baku tembak.

"Kalau petugas medis yang diperlakukan begitu, pelayanan kesehatan akan terganggu karena petugas tidak akan tenang melayani masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Kapolda Sulteng Ungkap Awal Mula Ali Kalora Dikepung hingga Ditembak Mati

Selain menyampaikan turut berduka atas kematian tenaga kesehatan, Ia mengharapkan pemerintah membentuk tim untuk menginvestigasi kejadian itu.

"Sebab sekarang ini ada dugaan, ada kelompok yang mengatakan ini perlakuan OPM, sedangkan kelompok lawan menyampaikan bahwa penembakan terjadi karena salah satu dokter keluarkan senjata. Tetapi saya tidak percaya pernyataan kedua pihak ini," katanya.



Sumber: Tempo

Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas