01 Nov 2021 | Dilihat: 727 Kali

Gegara Tak Direstui Nikah, Pria di Riau Bunuh Calon Mertua di Depan Pacar

noeh21
Ilustrasi
      
IJN - Pekanbaru | Lelaki bernama Niko Alberto Tampubolon (21) membunuh Pangolop Gultom (51) karena keinginan menikahi putri korban ditolak. Terungkap korban ternyata dihabisi di depan anaknya.

"Pelaku ini datang ke rumah korban minta mau nikahi anaknya, RG (28). Oleh korban ditolak," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto seperti dikutip dari detikcom, Senin 1 November 2021.

Sewaktu pelaku datang untuk mengutarakan niat, RG diketahui ada di rumah. RG ke luar rumah setelah ayahnya terlibat cekcok mulut karena permintaan menikah ditolak.

Baca Juga: Gegara Tak Dapat Restu Nikah, Anak Tega Bunuh Ayah Hingga Tewas

Tidak lama setelah cekcok mulut, sekitar pukul 12.30 WIB, terjadilah perkelahian. Pelaku menganiaya korban menggunakan dodos hingga akhirnya tewas.

"Waktu kejadian ada anak korban di lokasi. Anaknya lari juga lihat pelaku bawa dodos, sementara korban terus dikejar," katanya.

Setelah korban jatuh dan bersimbah darah, pelaku kabur dan membuang barang bukti. Sedangkan anak korban, RG, memeluk sang ayah yang sudah bersimbah darah. "Anaknya sempat peluk bapaknya, nangis di jalan. Baru tidak lama pelaku ditangkap," kata Sunarto.

Setelah kejadian itu, polisi memastikan akan memproses hukum pelaku sampai tuntas. Pelaku saat ini ditahan di Polres Rohul guna menjamin keamanan selama proses pemeriksaan.

Baca Juga: Tampang Anak Bunuh Ayah Kandung Gegara Tak Dapat Restu Nikah

"Kami sampaikan kepada keluarga bahwa perkaranya telah ditangani dan pelaku NA sudah diamankan," imbuh Kapolres Rohul, AKBP Eko Wimpiyanto.

Niko nekat menghabisi Pangalop karena tak mendapat restu untuk menikahi anaknya, RG. Pembunuhan sadis terjadi pada Sabtu (30/10) lalu, sekitar pukul 12.30 WIB.

Pelaku awalnya datang ke rumah korban di Desa Kasang Padang, Bonai Darussalam, Riau. Pelaku mendatangi rumah korban dengan tujuan meminta restu agar bisa menikah dengan anak korban, tapi ditolak.

Saat itu langsung terjadi adu mulut korban dengan pelaku. Tak lama kemudian, pelaku melakukan penganiayaan pakai alat dodos yang biasa digunakan untuk panen kelapa sawit.




sumber: Detikcom
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas