IJN - Bandung | Keluarga Ridwan Kamil sudah berkonsultasi untuk pelaksanaan salat gaib Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril (23). Pihak keluarga baru akan melakukan salat gaib usai pencarian hari keenam.
Sebagaimana diketahui, Eril putra sulung Gubernur Jabar Ridwan Kamil terseret arus di Sungai Aare Swiss. Hingga kini, keberadaannya masih belum ditemukan.
"Antisipasi skenario tersebut (salat gaib), keluarga sudah berkonsultasi dengan ulama untuk kami dapat persiapkan apa yang harus dilakukan sesuai syariat Islam terhadap apa pun menjadi takdir Eril," kata Erwin dalam keterangan resmi, Rabu (1/6).
Upaya ikhtiar pencarian Eril hingga saat ini masih terus dilakukan oleh keluarga, KBRI Swiss, otoritas Swiss, dan keluarga langsung yang ada di lokasi.
Adapun hasil pencarian akhir nanti, pihak keluarga sudah mengikhlaskan semuanya.
"Dan keluarga yang ada di sini juga sudah ikhlas apapun yang terjadi dari Eril. Kami mungkin setelah hari ke enam kita bisa ketahui (salat gaib)," ujarnya.
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat (Jabar) mengimbau warga menggelar shalat gaib untuk Emmeril Kahn Mumtadz. Hal itu dilakukan mengingat Eril masih belum ditemukan hingga saat ini.
"Kalau memang belum ada kepastian hingga enam hari belum ditemukan, sebaiknya memang bisa dilaksanakan salat gaib. Itu tuntutannya," ucap Sekretaris MUI Jabar, Rafani Akhyar.
Rafani menuturkan, salat gaib dilakukan bukan mendahului nasib Emmeril yang belum ditemukan di Sungai Aare. Namun, hal itu merupakan bagian dari ikhtiar dan menolong keselamatan anak sulung Gubernur Jabar itu.
"Untuk menolong yang bersangkutan dari sisi keagamaan kita bisa segerakan salat gaib. Ini sesuai tuntunan agama. Salat gaib ini kan mendoakan," tuturnya.
Sumber : Liputan 6