22 Jul 2026 | Dilihat: 82 Kali

Nanik Curhat Ganti Nomor HP Usai Mundur dari BGN: Capai Diteror

noeh21
Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengaku mengganti nomor telepon selulernya setelah mundur dari jabatannya. (ANTARA FOTO/RENO ESNIR).
      
IJN - Jakarta | Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengaku mengganti nomor telepon selulernya setelah mundur dari jabatannya.

Ia mengatakan keputusan itu diambil karena lelah menerima teror dari berbagai pihak selama memimpin BGN.

"Oh ya, mohon maaf saya sekarang enggak punya HP, nomor yang biasa saya pakai sudah saya buang, capai diteror kanan-kiri dan membuang nomor HP ternyata 50 persen dari obat jantung saya," tulis Nanik melalui akun Facebook pribadinya, Rabu 22 Juli 2026

Nanik mengatakan kini dirinya tidak lagi menggunakan nomor telepon pribadi. Jika ingin mengakses media sosial maupun menghubungi seseorang, ia mengaku meminjam nomor milik sekretaris pribadinya.

Menurut Nanik, tekanan yang dihadapi selama memimpin BGN turut memengaruhi kondisi kesehatannya. Ia mengaku didiagnosis mengalami penyumbatan pada arteri jantung yang dipicu kolesterol tinggi serta tingkat stres yang berat.

Ia menuturkan salah satu beban terbesar selama menjabat adalah mengelola anggaran BGN yang nilainya besar. Nanik mengaku selalu khawatir anggaran negara tersebut tidak tersalurkan dengan baik atau disalahgunakan.

"Jagain duit besar agar tersalurkan dengan benar dan tidak disalahgunakan itu seperti berdiri di tebing jurang yang curam, meleng sedikit bisa terjerembab dan mati," tulisnya.

Karena kekhawatiran itu, Nanik mengaku tidak pernah menandatangani dokumen seorang diri. Ia selalu meminta dua wakil kepala BGN ikut memberikan paraf sebelum dirinya membubuhkan tanda tangan.

Menurutnya, setiap kali menerima tumpukan dokumen untuk ditandatangani, ia kerap merasa cemas hingga kondisi fisiknya menurun.

Karena kekhawatiran itu, Nanik mengaku tidak pernah menandatangani dokumen seorang diri. Ia selalu meminta dua wakil kepala BGN ikut memberikan paraf sebelum dirinya membubuhkan tanda tangan.

Menurutnya, setiap kali menerima tumpukan dokumen untuk ditandatangani, ia kerap merasa cemas hingga kondisi fisiknya menurun.




Sumber : CNNIndonesia
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas