IJN - Suka Makmue | Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Nagan Raya, Ediansyah, SH membantah tudingan terkait dugaan intervensi wasit dalam laga Banteng VC asal Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melawan UD Tiara di Final NJU Cup.
Ketua PBVSI Nagan Raya, Ediansyah Putra, SH mengatakan, bahwa dirinya tidak pernah mengintervensi pihak manapun dalam pertandingan final NJU Cup 2026.
"Saya tidak pernah mengintervensi pihak manapun, saya hanya memastikan pertandingan final berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku tanpa merugikan pihak manapun. Saya selaku ketua bersikap netral dalam pertandingan tersebut," kata Ediansyah dalam keterangannya kepada IndoJayaNews.com, Minggu 25 Oktober 2026.
Ediansyah menjelaskan, kehadiran PBVSI Nagan Raya dalam kisruh tersebut bukan untuk mengintervensi wasit dan memihak ke salah satu tim.
"Kehadiran PBVSI Nagan Raya hanya untuk memberi pendapat dan saran, mengingat gelombang protes kedua belah pihak semakin meluas, sampai terlibat semua pemain, official, bahkan sebagian penonton sudah mengeluarkan kata-kata menjurus ke provokasi," jelasnya
Atas dasar gelombang protes yang sudah berlangsung lama, lanjut Ediansyah, Ketua PBVSI bersama dewan penasehat PBVSI Nagan Raya mencoba melerai dan mengambil jalan terbaik.
"Bukan mengintervensi wasit, hanya untuk merubah keputusan yang sudah keluarkan, namun hasil kesepakatan kedua kesebelasan tidak mau menerima dari hasil keputusan yang sudah diberikan wasit, akhirya wasit mengambil jalur tengan yaitu wansmot (pertadingan di ulang), namun tim benteng vc lebih mengambil walkout (meninggakan pertadingan), " jelasnya.
Lanjut Ediansyah, dirinya juga menjawab penyataan terkait perangkat pertandingan yang hanya memakai 2 hakim garis, bukan 4.
"Kami disini dari pertama turnamen memang hanya memakai 2 hakim garis, kenapa mereka baru protes sekarang, kenapa tidak dari pertama mereka ajukan keberatan masalah ini, kenapa diakhir pertandingan baru muncul hal tersebut," demikian tutupnya.
Penulis: Hendria Irawan
Editor: Muhammad Zairin