IJN - Bireuen | Keuchik Gampong Ule Ceu, Kecamatan Jangka, Azwani Syamaun, mendesak pengelolaan keuangan Yayasan Almuslim Peusangan diperiksa oleh akuntan publik.
Langkah itu dinilai penting untuk menjawab berbagai pertanyaan masyarakat sekaligus memastikan amanah wakaf dan kepentingan pendidikan warga empat kecamatan tetap terjaga. Demikian disampaikannya kepada wartawan, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Azwani menegaskan, penyelesaian persoalan Yayasan Almuslim harus mengedepankan transparansi, musyawarah, dan kepentingan masyarakat Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, serta Jangka.
Menurutnya, pemeriksaan keuangan perlu dilakukan secara profesional oleh akuntan publik yang dipilih melalui kesepakatan masyarakat dan mekanisme yang sah.
“Jangan biarkan masyarakat terus bertanya-tanya. Buka pengelolaan keuangan secara profesional dan bertanggung jawab. Biarkan hasil pemeriksaan menjawab berbagai pertanyaan berdasarkan fakta, bukan spekulasi,” tegas Azwani.
Ia mengingatkan, Yayasan Almuslim bukan sekadar persoalan pergantian kepengurusan, melainkan juga menyangkut amanah ikrar wakaf, sejarah perjuangan, dan masa depan pendidikan generasi Peusangan Raya.
“Jangan sampai kepentingan jabatan dan kelompok mengalahkan kepentingan masyarakat. Amanah wakaf harus dijaga, sementara pendidikan anak-anak yang membutuhkan tidak boleh dilupakan,” harap dia.
Azwani turut mengajak ulama, tokoh masyarakat, para keuchik, dan seluruh elemen masyarakat dari empat kecamatan untuk bersama-sama mengawal proses penyelesaian persoalan yayasan secara terbuka dan bermartabat.
Ia berharap audit tersebut dapat menjadi jalan untuk memperjelas pengelolaan keuangan, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan mencegah polemik berkepanjangan.
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin