IJN - Banda Aceh | Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Islam (PW GPI) Aceh resmi dilantik oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GPI, Khoirul Amin, S.H., M.H., dalam prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Mengusung tema “Dari Aceh, Takdir Kami Memimpin Negeri”, pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus peneguhan semangat kepemimpinan pemuda Islam Aceh untuk mengambil peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah unsur pemerintah, legislatif, organisasi kepemudaan (OKP), dan organisasi kemasyarakatan (Ormas). Kehadiran berbagai elemen ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi serta membangun komunikasi antarlembaga dan organisasi dalam mendukung kontribusi pemuda bagi Aceh dan Indonesia.
Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh diwakili oleh Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum), Eddy Samrah L., S.H., M.H. Sementara itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh diwakili oleh Kepala Bidang Organisasi Kemasyarakatan, Muksalminsa, S.Pd., M.Si.
Turut hadir Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) serta sejumlah anggota DPRA. Dari unsur OKP dan Ormas, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), KNPI Aceh, PW PII Aceh, HIMMAH Aceh, serta sejumlah organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan lainnya.
Kehadiran para undangan tersebut menambah makna pelantikan sebagai ruang silaturahmi dan konsolidasi lintas organisasi, sekaligus memperkuat hubungan antara gerakan kepemudaan, unsur pemerintah, dan lembaga legislatif di Aceh.
Muhammad Furqan Nahkodai PW GPI Aceh
Dalam prosesi tersebut, Muhammad Furqan, S.Sos., M.I.Kom., resmi dilantik sebagai Ketua Umum PW GPI Aceh. Ia akan menjalankan amanah kepemimpinan bersama jajaran Dewan Pengurus Harian (DPH) yang terdiri atas:
Ketua Umum: Muhammad Furqan, S.Sos., M.I.Kom.
Wakil Ketua Umum: M. Deni Fitriadi, S.H.
Sekretaris Jenderal: Agus Junaidi, S.H., M.H.
Bendahara Umum: Ulul Azmi, S.Pd.
Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal, membangun kaderisasi yang berkelanjutan, serta mengembangkan program-program organisasi yang berorientasi pada penguatan nilai keislaman, kebangsaan, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP GPI, Khoirul Amin, S.H., M.H., juga menandai dimulainya tanggung jawab baru bagi jajaran pengurus PW GPI Aceh untuk menjaga kesinambungan perjuangan organisasi dan menerjemahkan nilai-nilai GPI ke dalam kerja nyata.
“Dari Aceh, Takdir Kami Memimpin Negeri”: Meneguhkan Semangat Kepemimpinan Pemuda
Tema pelantikan “Dari Aceh, Takdir Kami Memimpin Negeri” bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah seruan tentang pentingnya keberanian bermimpi, kesiapan mengambil tanggung jawab, dan kesadaran bahwa pemuda memiliki peran dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Aceh memiliki sejarah panjang perjuangan, tradisi keislaman, serta kontribusi dalam perjalanan Indonesia. Semangat tersebut menjadi landasan bagi generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri, membangun integritas, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman.
Melalui tema ini, PW GPI Aceh menempatkan kepemimpinan sebagai amanah yang harus dipersiapkan melalui pendidikan, pengaderan, kedisiplinan organisasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam dinamika sosial dan politik, tetapi perlu hadir dengan gagasan, keberanian, serta solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Semangat memimpin negeri juga menuntut generasi muda untuk memiliki wawasan kebangsaan, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Berangkat dari Aceh, PW GPI Aceh diharapkan mampu membangun generasi pemimpin yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal, sekaligus memiliki cakrawala nasional dalam memandang masa depan Indonesia.
Perkuat Konsolidasi, Hadirkan Kontribusi Nyata bagi Aceh
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, PW GPI Aceh diharapkan semakin aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah, lembaga legislatif, OKP, Ormas, serta berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut penting untuk memperluas ruang partisipasi pemuda dalam pembangunan dan menjawab persoalan sosial secara konstruktif.
Selain memperkuat kaderisasi dan soliditas organisasi, kepengurusan baru diharapkan mampu menjadikan GPI sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan, pengembangan intelektualitas, dan pembentukan karakter generasi muda yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai Islam dan kebangsaan.
Pelantikan ini sekaligus menjadi titik awal bagi jajaran pengurus untuk menyusun langkah strategis, memperkuat tata kelola organisasi, dan menjalankan program kerja secara terarah serta berkelanjutan.
Amanah yang diberikan kepada pengurus bukan hanya tanggung jawab struktural, melainkan juga panggilan untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, semangat pelantikan perlu diwujudkan melalui kerja nyata, keberanian menyampaikan gagasan, serta kesediaan untuk terlibat dalam berbagai upaya membangun Aceh.
Dengan semangat persatuan dan pengabdian, PW GPI Aceh diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang siap mengambil peran di berbagai bidang kehidupan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Dari Serambi Mekkah, langkah perjuangan dimulai. Dari Aceh, generasi pemimpin dipersiapkan. Sebab memimpin negeri bukan sekadar cita-cita, melainkan amanah yang harus diperjuangkan dengan ilmu, integritas, dan pengabdian.
Penulis: Ray
Editor: Redaksi