04 Sep 2026 | Dilihat: 63 Kali

Sembilan Bulan Pasca Bencana, Anak-anak Lueng Daneun Kembali Membaca di Perpustakaan

noeh21
Anak anak membaca dan belajar di halaman Perpustakaan Gampong Meunaca Desa Lueng Danuen Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen. Foto: IJN / Ist.
      
IJN - Bireuen | Sembilan bulan setelah diterjang bencana hidrometeorologi, aktivitas literasi anak-anak di Gampong Lueng Daneun, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, kembali menggeliat.
 
Perpustakaan Gampong Meubaca Lueng Daneun yang sempat lumpuh karena fasilitas dan sebagian besar koleksi bukunya rusak akibat bencana, kembali membuka layanan pada Jumat 4 September 2026 . Sebanyak 30 anak hadir untuk membaca dan belajar bersama di ruang perpustakaan.
 
Kembalinya anak-anak ke perpustakaan menjadi penanda dimulainya kembali denyut literasi di gampong tersebut. Di tengah keterbatasan fasilitas, mereka kembali membuka buku, membaca dan berinteraksi dengan pengurus serta para relawan.
 
Pengurus Perpustakaan Gampong Lueng Daneun, Husnul Khatimah di tempat kerjanya mengatakan pengaktifan kembali perpustakaan tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang menyumbangkan buku dan perlengkapan setelah bencana.
 
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa kembali membuka layanan dan kegiatan belajar untuk anak-anak. Sebagian besar buku baru yang ada saat ini merupakan sumbangan dari berbagai pihak yang peduli dengan pendidikan anak-anak di gampong kami,” sebutnya.
 
Menurut Husnul, koleksi buku lama yang masih dapat diselamatkan dan layak digunakan kini hanya tersisa sekitar 100 buku. Kondisi tersebut membuat perpustakaan masih jauh dari keadaan sebelum bencana.
 
Karena itu, ia mengharapkan dukungan masyarakat, lembaga maupun pemerintah untuk membantu menghidupkan kembali perpustakaan, terutama melalui donasi buku dan perlengkapan.
 
“Bagi masyarakat atau lembaga yang mau menyumbang buku atau properti lain seperti rak buku, dapat menghubungi pengurus atau Pemerintah Gampong Lueng Daneun,” kata alumni FMIPA USK tersebut.
 
Aktivis literasi Bireuen, Mukhlis Aminullah, menilai bangkitnya kembali Perpustakaan Gampong Meubaca Lueng Daneun penting bagi keberlanjutan gerakan literasi di daerah tersebut.
 
“Sembilan bulan berlalu, perpustakaan memang harus bangkit. Apalagi Perpustakaan Lueng Daneun selama ini telah memberi warna untuk dunia literasi Bireuen,” ucap dia.
 
Menurutnya, prestasi yang pernah diraih perpustakaan tersebut menjadi alasan kuat bagi Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk memberikan perhatian lebih terhadap pemulihannya.
 
Ia berharap pemerintah dapat membantu pengadaan koleksi buku baru untuk menggantikan buku-buku yang rusak akibat banjir.
 
“Perpustakaan ini juga telah mengharumkan nama Bireuen. Sudah seharusnya Pemerintah Kabupaten Bireuen memberi perhatian lebih, khususnya untuk pengadaan buku baru,” katanya.
 
Perpustakaan Gampong Meubaca Lueng Daneun sebelumnya meraih Juara I Apresiasi Penyelenggaraan Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2025.
 
Perpustakaan tersebut juga tercatat sebagai salah satu penerima manfaat program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 2022.
 
Kini, setelah sempat terhenti akibat bencana, lembaran baru kembali dibuka. Dengan koleksi yang masih terbatas, perpustakaan itu kembali menjadi ruang bagi anak-anak Lueng Daneun untuk membaca, belajar dan menumbuhkan harapan melalui buku.
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin