25 Jul 2025 | Dilihat: 255 Kali

USK Mantapkan Kualitas MK Kebencanaan dan Lingkungan melalui Pembekalan Dosen Pengampu

noeh21
kegiatan pembekalan dosen pengampu Mata Kuliah (MK) Kebencanaan dan Lingkungan. | (Foto ist)
      
IJN - Banda Aceh | Universitas Syiah Kuala (USK) melalui UPT Mata Kuliah Umum (MKU) kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan mutu pembelajaran lintas disiplin dengan menyelenggarakan kegiatan pembekalan dosen pengampu Mata Kuliah (MK) Kebencanaan dan Lingkungan.
 
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Juli 2025, ini diikuti oleh 80 dosen dari 12 fakultas yang mengajar mata kuliah tersebut. Kegiatan ini diketuai oleh Rizanna Rosemery, dosen yang selama ini aktif mendorong integrasi keilmuan dalam pengajaran berbasis kebencanaan dan lingkungan.
 
Kegiatan ini juga merupakan hasil kolaborasi antara UPT MKU dengan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK dan Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) Pascasarjana USK, yang selama ini menjadi pusat pengembangan keilmuan dan praktik kebencanaan di lingkungan universitas.
 
Rektor USK, Prof. Dr. Ir Marwan dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan itu, 24 Juli 2025, menyampaikan apresiasi tinggi kepada UPT MKU atas inisiatif yang berkelanjutan. Marwan menyebutkan, kegiatan ini merupakan langkah penting dalam menyelaraskan kebijakan dan pelaksanaan pembelajaran agar lebih kontekstual dan bermakna. 
 
“Para dosen harus aktif, tidak hanya memahami kebijakan, tetapi juga menerapkannya secara kontekstual di kelas. Ini penting agar nilai-nilai kebencanaan dan lingkungan benar-benar dapat ditransfer secara utuh kepada mahasiswa,” tegas Rektor.
 
Rektor juga menegaskan bahwa Mata Kuliah Kebencanaan dan Lingkungan merupakan salah satu kekhasan dan keunggulan akademik USK, ditopang oleh pusat-pusat riset kebencanaan serta pengalaman institusi dalam menghadapi berbagai bencana di Aceh.
 
“Kebencanaan sangat erat kaitannya dengan kondisi lingkungan. Lingkungan yang rusak dapat memperparah dampak bencana. Maka pembelajaran harus berbasis pada masalah nyata yang dihadapi masyarakat,” tambahnya.
 
Untuk memperkuat isi dan metode pengajaran, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli yang memberikan pemaparan mendalam dan inspiratif. Avianto Amri, Ph.D. (MPBI dan PREDIKT) membawakan materi tentang Ilmu Dasar Kebencanaan yang memberikan landasan konseptual penting bagi para dosen. 
 
Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Ella Meilianda, S.T., M.T., IPU dari Klaster Manajemen Bencana TDMRC USK membawakan materi tentang Metode Pembelajaran Inovatif untuk Manajemen Bencana, yang menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dan berbasis pengalaman dalam kelas. 
 
Adapun Dr. Yunita Idris, S.T., M.T., M.Eng.Structure dari MIK PPS USK membahas praktik Penilaian Ancaman, Kerentanan, Kapasitas, dan Risiko (AKKR) sebagai metode aplikatif dalam memahami dan mengajarkan dinamika risiko kebencanaan. Seluruh sesi dipandu oleh moderator Dr. Ahmad Nubli Gadeng, S.Pd., M.Pd., yang mengarahkan jalannya diskusi secara reflektif dan konstruktif.
 
Kepala UPT MKU, Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak dimaksudkan untuk menguji kemampuan para dosen, melainkan sebagai ruang bersama untuk berbagi pengalaman, menyamakan frekuensi, dan memperkuat substansi pembelajaran. 
 
Ia menekankan bahwa pendekatan MKU tidak hanya berorientasi pada transfer knowledge, tetapi juga penguatan nilai-nilai ke-USK-an dan semangat General Education. 
 
"Mahasiswa yang belajar di UPT MKU tidak dituntut menjadi ahli kebencanaan atau ahli lingkungan tetapi diharapkan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan dan bencana di sekitarnya," terangnya. 
 
Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi aktif para peserta, panitia menetapkan Nazar Muhammad, S.Pd., M.Pd. sebagai Dosen Terbaik. Sementara itu, Kelompok 10 dinobatkan sebagai Kelompok Terbaik, dengan kepemimpinan yang inspiratif dari Prof. Dr. Syamsidik, yang berhasil mengarahkan kelompok dalam kolaborasi aktif dan produktif selama seluruh sesi. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa pembelajaran kebencanaan dan lingkungan di USK terus berkembang dan relevan dengan tantangan zaman. (Red)