28 Ags 2026 | Dilihat: 25 Kali

Giat Jumat ke-74, Pejuang Sedekah Subuh Bireuen Bagikan 100 Nasi Pagi

noeh21
Pejuang Sedekah Subuh menyalurkan bantuan sarapan pagi kepada keluarga pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Fauziah. Foto: IJN / Amiruddin.
      
IJN - Bireuen | Pejuang Sedekah Subuh Bireuen membagikan 100 bungkus nasi pagi kepada pasien, keluarga pasien dan masyarakat di Rumah Sakit Umum (RSU) Fauziah Bireuen, Jumat 28 Agustus 2026. 
 
Kegiatan tersebut merupakan Giat Jumat ke-74 sejak gerakan sosial itu dimulai pada Januari 2025.
 
Koordinator Pejuang Sedekah Subuh Bireuen, Asriadi atau yang akrab di sapa Bang As, mengatakan pembagian nasi pagi dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, khususnya keluarga pasien yang sedang mendampingi anggota keluarganya menjalani perawatan.
 
“Bagi kami, sebungkus nasi memang sederhana. Tetapi bagi keluarga pasien yang sedang mendampingi orang sakit, makanan yang hadir pada waktu yang tepat bisa sangat berarti,” ucap Bang As.
 
Menurutnya, keluarga pasien terkadang harus berada di rumah sakit dalam waktu lama sehingga sulit meninggalkan tempat untuk membeli makanan. Karena itu, bantuan nasi pagi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan mereka.
 
Program Sedekah Subuh Bireuen awalnya membagikan nasi pagi kepada jamaah salat Subuh di sejumlah masjid. Dalam perkembangannya, sasaran penerima diperluas kepada tukang becak, petugas kebersihan dan masyarakat lainnya.
 
Hingga Giat Jumat ke-74, Pejuang Sedekah Subuh Bireuen telah menyalurkan sebanyak 7.200 bungkus nasi pagi.
 
Selain nasi pagi, gerakan tersebut juga telah menyalurkan 400 paket takjil, 1.000 kilogram beras kepada korban banjir serta 30 paket perlengkapan mandi bagi masyarakat terdampak banjir, katanya. 
 
Pejuang Sedekah Subuh Bireuen mengajak masyarakat, komunitas dan pelaku usaha untuk turut mendukung keberlanjutan kegiatan sosial tersebut.
 
Donasi dapat disalurkan melalui rekening BSI 7297924782 atas nama Muammar. Konfirmasi donasi dapat dilakukan melalui WhatsApp 082370289932 (Asriadi).
 
“Tidak harus menunggu memiliki banyak untuk berbagi. Apa yang kita punya, jika dilakukan bersama dan dengan keikhlasan, Insyaallah dapat memberikan manfaat bagi orang lain,” kata Bang As.
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin