26 Jan 2022 | Dilihat: 672 Kali

Reka Ulang Pembunuhan Mantan Istri di Aceh Besar, 28 Agenda Diperagakan

noeh21
      
IJN - Banda Aceh | Satreskrim Polresta Banda Aceh menggelar rekonstruksi atau reka ulang kasus pembunuhan yang dilakukan HH (49) warga Lam Hasan, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Rabu 26 Januari 2022.
 
Reka ulang pembunuhan yang terjadi pada 18 November 2021 silam itu dilakukan di tiga lokasi. Adapun lokasi pertama dilakukan di rumah tersangka HH di Lam Hasan, disana ada 26 adegan cara pelaku menghabisi nyawa korban yang tak lain mantan istrinya itu, NZ (46) dipraktekkan di sana. 
 
Lalu, di lokasi kedua, rekonstruksi dilakukan di sungai kawasan Leupung, Aceh Besar. 
 
Dilokasi itu, tersangka menunjukkan adegan membuang sepeda motor Honda Scoopy BL 4479 AAO milik korban NZ, setelah tersangka menghabisi nyawa korban.
 
Kemudian lokasi ketiga, dilakukan di Gunung Empe Keueng, Lambadeuk, Kecamatan Peukan Bada, tempat pelaku membuang jasad istrinya tersebut. 
 
Reka ulang yang dipimpin Kasat Reskrim Polresta, Kompol M Ryan Citra Yudha, SIK itu, ikut menghadirkan Kasi Pidum Kejari Aceh Besar, Wahyu Ibrahim., SH. MH yang ikut melihat langsung saat pelaku mempraktekkan 28 adegan eksekusi tersebut.
 
Disamping itu, dilokasi rekonstruksi turut disaksikan Kapolsek Peukan Bada, Ipda Muhammad Al Munawir SH, Pengacara dari tersangka, Keuchik Lam Hasan dan Keuchik Lambadeuk. 
 
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto SIK, melalui Kasat Reskrim Kompol M Ryan Citra Yudha SIK, mengatakan rekonstruksi tersebut merupakan salah satu syarat kelengkapan berkas kasus tindak pidana yang dilakukan tersangka untuk diajukan ke Kejari Aceh Besar.
 
Untuk peran pengganti korban, lanjut Kompol Ryan, pihaknya menggunakan patung manekin, mulai dari pembunuhan yang dilakukan di rumah hingga jasad NZ dibuang di semak-semak Gampong Lambadeuk.
 
Selama berlangsung rekonstruksi tersebut, personel Polresta dan Polsek Peukan Bada disiagakan di setiap lokasi dengan pengawalan ketat.
 
Kompol Ryan mengatakan, sebanyak 28 adegan rekonstruksi yang dilakukan tersangka HH, semua berjalan lancar. 
 
Fakta yang terungkap, tersangka HH merasa keberatan saat mantan istrinya itu meminta bagian uang Rp 50 juta hasil penjualan rumah mereka Rp 200 juta.
 
Pelaku pun diduga ingin menguasai seluruh uang hasil penjualan rumah mereka yang tersisa Rp 75 juta.

"Pelaku ingin menguasai sendiri uang itu, sehingga muncul dibenaknya untuk menghabisi nyawa mantan istrinya tersebut saat meminta bagiannya Rp 50 juta hasil penjualan rumah dari tersangka pada hari kejadian itu," pungkas Kompol Ryan.
 
Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Aceh Besar Wahyu Ibrahim SH, MH mengatakan kegiatan rekonstruksi ini merupakan upaya untuk kelengkapan berkas. "Kami akan sesegera mungkin untuk kasus ini P-21 sehingga tersangka dapat diserahkan ke Pengadilan Negeri Jantho,"katanya. 
 
"28 adegan dalam kasus pembunuhan ini telah kami saksikan mulai dari rumah tersangka, lokasi pembuangan sepeda motor dan terakhir lokasi pembuangan mayat di pergunungan Lambadeuk," tutupnya. [Red]
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas