01 Ags 2026 | Dilihat: 25 Kali
Mahasiswa KKN USK Edukasi Pembuatan Biosaka dan Bagikan Benih Sayuran ke Warga Desa Teungoh
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Syiah Kuala (USK) Tahun 2026 Kelompok 28 melaksanakan program kerja bertajuk "Pembuatan Biosaka" dan "Bagi Benih Sayuran Demi Menghijaukan Pekarangan" di Desa Teungoh, Kecamatan Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya. Foto. Ist
IJN - Pidie Jaya | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Syiah Kuala (USK) Tahun 2026 Kelompok 28 melaksanakan program kerja bertajuk "Pembuatan Biosaka" dan "Bagi Benih Sayuran Demi Menghijaukan Pekarangan" di Desa Teungoh, Kecamatan Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Minggu 26 Juli 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pertanian ramah lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai Biosaka.
Mahasiswa memberikan penjelasan tentang pengertian, fungsi, jenis, serta kriteria daun yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan Biosaka.
Biosaka merupakan ramuan ekstrak tumbuhan yang berfungsi sebagai elisitor, yaitu senyawa yang mampu merangsang respons fisiologis dan meningkatkan ketahanan alami tanaman. Biosaka bukan merupakan pupuk maupun pestisida, melainkan inovasi pertanian yang memanfaatkan bahan-bahan alami sehingga lebih ramah lingkungan.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan Biosaka secara langsung.
Demonstrasi dimulai dengan pemilihan daun yang memenuhi kriteria, yaitu daun atau rumput yang sehat dari sedikitnya lima jenis tanaman berbeda. Seluruh daun kemudian digabungkan dan digulung sebelum dimasukkan ke dalam ember yang telah berisi air.
Campuran tersebut diremas secara manual selama kurang lebih satu jam tanpa menggunakan mesin hingga sari tumbuhan larut ke dalam air. Selanjutnya, air hasil perasan disaring, dimasukkan ke dalam botol, dan didiamkan selama tiga hari sebelum siap digunakan.
Melalui demonstrasi ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai tahapan pembuatan Biosaka, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan langsung proses pembuatannya sehingga diharapkan dapat menerapkan inovasi tersebut secara mandiri.
Usai demonstrasi, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan dengan membagikan benih sayuran kepada warga. Benih yang dibagikan terdiri atas benih kangkung dan bayam sebagai upaya mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk budidaya sayuran.
Selain pembagian benih, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai manfaat menanam sayuran di pekarangan, seperti memenuhi kebutuhan pangan keluarga, mengurangi pengeluaran rumah tangga, serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau.
Ketua Kelompok KKN Reguler Universitas Syiah Kuala Tahun 2026 Kelompok 28, Dikel Yudi Mekihes, menjelaskan bahwa kegiatan demonstrasi Biosaka bertujuan mengenalkan alternatif budidaya tanaman yang lebih ramah lingkungan kepada masyarakat.
"Melalui demonstrasi ini, kami berharap masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada pupuk kimia. Biosaka dapat menjadi salah satu inovasi yang mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus membantu menjaga keseimbangan ekosistem," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembagian benih sayuran merupakan bentuk dukungan terhadap pemanfaatan lahan pekarangan rumah agar lebih produktif.
"Kami berharap benih yang dibagikan dapat ditanam dan dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga pekarangan rumah menjadi lebih hijau, sekaligus mampu menyediakan sayuran segar untuk kebutuhan sehari-hari," tambahnya.
Melalui kedua program kerja tersebut, mahasiswa KKN Reguler Universitas Syiah Kuala Tahun 2026 Kelompok 28 berharap masyarakat Desa Teungoh dapat menerapkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, pendampingan, dan penerapan inovasi sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri.