25 Nov 2025 | Dilihat: 1477 Kali

Tangki Penyimpanan Kondensat PT PGE di Lhokseumawe Terbakar

noeh21
Tangki penyimpanan kondensat milik PT. Pema Global Energi (PGE) dilokasi Perta Arun Gas (PAG), Blang Lancang, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, terbakar pada Selasa. Foto. IJN
      
IJN - Lhokseumawe | Tangki penyimpanan kondensat milik PT. Pema Global Energi (PGE) dilokasi Perta Arun Gas (PAG), Blang Lancang, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, terbakar pada Selasa 25 November 2025.

Berdasarkan informasi, kebakaran penyimpanan kondensat milik PT PGE terjadi sekitar pukul 03.30 WIB pagi. Namun tidak ada korban jiwa. Tim pemadam kebakaran langsung bergerak cepat untuk mengatasi kebakaran.

"Sejauh ini belum dapat dipastikan penyebab kebakaran, saat ini kami fokus pada proses pemadaman api, selanjutnya baru akan dilakukan investigasi penyebab kebakaran," kata Agung Widyantoro, Field Manager PGE, Selasa 25 November 2025.

Agung menjelaskan, kebakaran tidak berdampak terhadap fasilitas lain di sekitar lokasi.

"Lokasi kebakaran juga jauh dari pemukiman penduduk sehingga tidak berdampak kepada masyarakat sekitar," demikian tutupnya.

Sementara itu, Plt Kepala divisi Penunjang Operasi Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Budi Dharma mengatakan pihaknya telah berkoordinasi terkait penanganan kebakaran dilokasi Perta Arun Gas (PAG) di Blang Lancang.

Bahkan, kata Budi, sejak pertama kali diterima laporan, bekerja sama dengan Emergency Response Team (ERT) PAG, ERT WK Aceh (Medco, TPI, termasuk PGE sendiri), perusahaan sekitar kilang arun (PIM), pemerintah daerah (BPBD Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara).

"BPMA telah melakukan koordinasi penuh dengan manajemen PGE serta pihak-pihak terkait lainnya. Prioritas utama saat ini adalah memastikan api dapat dipadamkan sepenuhnya dengan selamat, serta mengamankan area di sekitar lokasi kejadian," ujarnya.

Menurutnya, dari pemantauan di lokasi, insiden ini terisolasi dan tidak mengganggu operasional fasilitas lain di Perta Arun Gas, serta dampaknya tidak meluas ke pemukiman masyarakat.

"Keselamatan masyarakat dan pekerja adalah yang utama," demikian tutupnya.





Penulis : Hendria Irawan
Editor: Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas