09 Sep 2026 | Dilihat: 36 Kali

BPKS Perkuat Posisi Sabang sebagai Gerbang Maritim IMT-GT

noeh21
Kawasan Sabang kembali menunjukkan peran strategisnya dalam memperkuat kerja sama ekonomi kawasan melalui keikutsertaan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) dalam IMT-GT Business Forum 2026 yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara. Rabu 9 September 2026. Foto. IJN
      
IJN - Medan | Kawasan Sabang kembali menunjukkan peran strategisnya dalam memperkuat kerja sama ekonomi kawasan melalui keikutsertaan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) dalam IMT-GT Business Forum 2026 yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara. Rabu 9 September 2026.
 
Dalam forum yang menjadi salah satu side event resmi rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri dan Gubernur IMT-GT (CMGF) ke-23 serta Pertemuan Menteri IMT-GT ke-32.

Dalam kegiatan tersebut, BPKS hadir sebagai salah satu narasumber utama untuk memaparkan potensi dan peluang strategis Kawasan Sabang kepada pemerintah, pelaku usaha, serta calon investor dari kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).
 
Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen menjadi narasumber dalam sesi bertajuk “Sabang FTZ: A Strategic Maritime Gateway for IMT-GT Trade, Logistics, Tourism and Investment.”
 
Dalam pemaparannya, Iskandar menegaskan posisi Sabang sebagai gerbang maritim Indonesia di ujung barat kawasan IMT-GT, yang memiliki keunggulan geografis serta status Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas sebagai modal strategis dalam mendorong perdagangan, logistik, pariwisata, dan investasi lintas negara.
 
Berbagai peluang strategis di Kawasan Sabang turut dipaparkan, mulai dari investasi, penguatan konektivitas logistik dan perdagangan internasional, pengembangan industri maritim, hingga pengembangan ekosistem wisata bahari.
 
Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah pengembangan konektivitas wisata bahari Sabang–Phuket–Langkawi (SAPHULA), khususnya dalam mendukung pergerakan kapal wisata (yacht) dan kapal pesiar (cruise) di kawasan.
 
Menurut Iskandar, penguatan konektivitas tersebut tidak hanya membuka peluang bagi sektor pariwisata, tetapi juga dapat menciptakan efek berganda terhadap sektor perdagangan, jasa, logistik, transportasi, hingga investasi di Kawasan Sabang.
 
“Sabang memiliki posisi geografis yang sangat strategis di kawasan IMT-GT. Dengan status Free Trade Zone dan Free Port, Sabang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai simpul konektivitas maritim yang menghubungkan perdagangan, logistik, investasi dan pariwisata antara Indonesia, Malaysia dan Thailand,” ujar Iskandar Zulkarnaen.
 
Ia menambahkan, keterlibatan BPKS dalam IMT-GT Business Forum 2026 merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat posisi Sabang dalam implementasi IMT-GT Blueprint 2027–2031.
 
Forum tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperluas jejaring dan membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, maupun investor dari tiga negara anggota IMT-GT.
 
BPKS terus mendorong agar berbagai potensi strategis Kawasan Sabang dapat diterjemahkan menjadi peluang ekonomi konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta perekonomian Aceh.
 
“Kami ingin Sabang tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai kawasan strategis untuk perdagangan, logistik, industri maritim dan investasi. Konektivitas kawasan harus kita manfaatkan menjadi konektivitas ekonomi,” tegas Iskandar.
 
IMT-GT Business Forum 2026 sendiri dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, bekerja sama dengan Sekretariat IMT-GT (CIMT) dan DPMPTSP Sumatera Utara.
 
Melalui forum ini, BPKS menegaskan kembali kesiapan Kawasan Sabang untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai konektivitas ekonomi regional.
 
"Sabang siap menjadi simpul konektivitas perdagangan, logistik, pariwisata dan investasi di kawasan IMT-GT," demikian tutupnya 







Penulis: Hendria Irawan
Editor: Muhammad Zairin