24 September 2021 | Dilihat: 6348 Kali
Soal Siswa Tumbang
IMAM Minta Pemerintah Harus Buat Surat Jaminan Usai Divaksin
noeh21
Ikatan Muslimin Aceh Meudaulat (IMAM), Tgk Muslim At Thahiri
 

IJN - Banda Aceh | Beberapa waktu lalu publik dihebohkan terkait adanya siswi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Lhokseumawe, Khana Darasa Naswa (15) tumbang usai di vaksin, yang dilaksanakan di sekolah setempat, Rabu (22/9) kemarin.

Informasi diperoleh, siswi tersebut masih duduk bangku kelas I di SMK Negeri 1 Lhokseumawe. Usai mendapat suntikan vaksin, ia terpaksa dirawat ke Rumah Sakit Umum Melati, Kota Lhokseumawe.

Menyikapi hal tersebut, Ikatan Muslimin Aceh Meudaulat (IMAM) Tgk Muslim At Thahiri angkat suara.

Tgk Muslim meminta, semua pihak terkait tidak lagi meniru gaya (penjajah-red) dalam menjalankan program vaksinasi.

"Terutama dalam hal vaksinasi siswa atau santri, jangan asal vaksin,"kata Muslim, Jum'at 24 September 2021.

Baca Juga: Soal Siswa Tumbang Usai Divaksin, Fadhil Fahmi: Periksa yang benar dan teliti sebelum divaksin
 
Muslim menjelaskan, jika mau divaksin siswa, terlebih dahulu minta surat persetujuan orang tua/wali. 

Selain itu, Muslim juga meminta pemerintah harus membuat surat jaminan diatas materai yang ditandatangani oleh Walikota, Bupati dan  Gubernur, soal jika terjadi sesuatu setelah di vaksin, Pemerintah akan bertanggungjawab sepenuhnya.

"Jika ada korban, pemerintah harus siap membayar seratus unta untuk korban vaksin, karna nyawa manusia tidak bisa dipermainkan, begitu pula jika lumpuh, negara akan menanggung sepenuhnya biaya seumur hidup, agar semua wali siswa/santri tidak was-was,"tegasnya.

Muslim mempertanyakan soal vaksinasi yang dinilai begitu dipaksakan. "Padahal cara menjauh, menghilangkan, dan memutuskan rantai Covid bukan cuma dengan vaksin, masing-masing punya keyakinan dan punya cara sendiri, karna tidak semua orang sakit yang sama bisa di obati dengan obat yang sama,"sebutnya.

Lanjutnya, seandainya setiap sakit yang sama bisa diobati dengan obat yang sama, maka tidak ada orang yang meninggal di rumah sakit dan tidak ada orang yang gagal pengobatan di Rumah sakit, tetapi nayatanya banyak orang tidak bisa sembuh walau telah di obati.

"Kami orang Pesantren/Dayah punya cara dengan meningkatkan zikir dan do'a, jangan memaksakan orang lain, karena tidak ada zaman lagi hidup saling memaksakan, karena pemaksaan bahagian dari pelanggaran HAM,"tutupnya



Penulis: Hendria Irawan
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com