03 Feb 2022 | Dilihat: 1029 Kali

Ini Kata DPRK Terkait Tuntutan Masyarakat untuk PT BEL

noeh21
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Zulkarnain. Ist
      

IJN - Nagan Raya | Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Zulkarnain angkat bicara terkait tuntutan masyarakat lima Desa yang menyatakan "Mosi Tidak Percaya" terhadap PT Bara Energi Lestari (BEL), pada Minggu (30/1) lalu.

Kepada IndoJayaNews.com, Zulkarnain mengatakan, pada tahun 2021 program Corporate Social Responsibility (CSR) direncanakan dalam rapat musrembang CSR yang difasilitasi oleh Bappeda Nagan Raya dengan melibatkan perusahaan, DPRK, dan Masyarakat yang diwakili oleh Keuchik terutama Desa yang menjadi reng satu.

"Dari Bappeda, perusahaan, maupun masyarakat, dapat mengusulkan program pembangunan yang menjadi skala prioritas sesuai dengan kebutuhan masyarakat, baik disektor pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan pembangunan fisik,"kata Zulkarnain dikonfirmasi IndoJayaNews.com, Kamis 3 Februari 2022.

Zulkarnain juga menjelaskan, masyarakat dapat mengusulkan programnya melalui Bappeda ataupun perusahaan.

Baca juga : Masyarakat 5 Desa Nyatakan Mosi Tak Percaya ke PT BEL

"Pada prinsipnya proses Musrembang sangat terbuka, bahkan PT BEL juga mengusulkan program untuk gampong Paya Udeung, Kuta Aceh, Alue Buloh, Krueng Makngkom dan Krueng Ceuko sebagai gampong reng satu,"jelasnya.

Terkait komplain masyarakat. Menurut dia, hal wajar, karena pelaksanaan mekanisme penyaluran CSR baru pertama kali dimulai tahun 2021.

"Tentu masih jauh dari kesempurnaan. kedepan kita minta Bappeda tetap mengundang Keuchik sebagai perwakilan masyarakat, agar apapun yang menjadi aspirasi masyarakat dapat tertampung dengan baik,"ucapnya.

Baca juga : Kata PT BEL Terkait Pernyataan Masyarakat Lima Desa

Terkait keinginan sebagian masyarakat agar pimpinan PT BEL mengganti sejumlah pejabat. Zulkarnain menilai, hal tersebut kembali pada perusahaan itu sendiri.

"Sejauh yang saya ketahui, pak Rahmat Zahri satu-satunya pimpinan perusahaan yang kerap hadir dalam berbagai kegiatan, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun oleh berbagai elemen sipil. Bahkan menurut informasi yang saya peroleh, CSR PT BEL tahun 2022 lebih dari 4 Milyar, jauh melebihi tahun 2021 yang hanya 2,5 Milyar,"bebernya.

Ia mengungkapkan, perusahaan PT BEL terbesar penyaluran CSR untuk Nagan Raya. Dia juga meminta agar penyaluran tersebut harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Zulkarnain menjelaskan, program CSR tahun sebelumnya belum berjalan secara menyeluruh. 

Baca juga : Kapolri Tegaskan Tak Ragu Pecat 500 Anggota Bermasalah, Demi Selamatkan Polri

"Ada beberapa perusahaan, bahkan tidak menghadiri undangan musrembang CSR, dan pihak perusahaan pun tidak mengajukan laporan keuangan mereka sebagai patokan nilai CSR yang wajib mereka salurkan. Mulai tahun 2022 ini, kita minta Bappeda untuk meminta laporan keuangan semua perusahaan sebelum Musrembang CSR dilaksanakan. Hal itu penting untuk memaksimalkan jumlah penyaluran CSR,"jelasnya.

Menurut Zulkarnain, tuntutan masyarakat lima desa yang dilakukan tersebut merupakan hak masyarakat. "Silahkan saja, asalkan tidak anarkis. Seberapapun jumlah orang yang melakukan aksi tetap kita hargai, sebagai bagian dari hak demokrasi mereka,"tambahnya.

Dari tuntutan tersebut, dia mengaku belum menerima pengaduan masyarakat ke DPRK Nagan Raya.

"Soal keterbukaan Musrembang CSR, hal itu memang sudah sejak awal kita tekankan kepada Bappeda dan perusahaan. Insya Allah ke depan bisa kita pastikan prosesnya akan semakin baik dan masyarakat tak perlu khawatir karena kita akan kawal bersama dengan ketat,"demikian tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan tokoh masyarakat lima Desa meliputi Desa Krueng Ceuko, Paya Udeung, Kuta Aceh, Krueng Mangkom, dan Desa Alue Buloh menggelar aksi "Mosi Tidak Percaya" terhadap PT Bara Energi Lestari (BEL).

Masyarakat tergabung dalam lima Desa itu juga menggelar konferensi pers dengan awak media disalah satu Warkop di Kecamatan Kuala, Nagan Raya, Minggu (30/1) lalu.



Penulis : Hendria Irawan

Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas