16 Okt 2026 | Dilihat: 40 Kali

Kabut Asap Selimuti Banda Aceh, Ketua DPRK Minta Sekolah Daring dan Rumah Sakit Harus Siaga

noeh21
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST | (Foto Humas DPRK Banda Aceh)
      
IJN – Banda Aceh | Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, meminta Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, mempertimbangkan penerapan pembelajaran daring atau sekolah online untuk sementara waktu, menyusul kabut asap yang mulai menyelimuti ibu kota Provinsi Aceh ini.
 
Langkah itu untuk melindungi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak di tengah memburuknya kondisi udara.
 
Katanya, wali kota juga dapat mempertimbangkan pengaturan jam kerja aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah antisipasi.
 
Diketahui, kabut asap mulai menyelimuti langit Banda Aceh secara perlahan sejak Kamis (15/10/2026). Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama anak-anak dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.
 
Irwansyah menegaskan bahwa kesehatan warga harus menjadi prioritas pemerintah. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Banda Aceh mengambil langkah antisipatif sebelum dampak kabut asap semakin meluas.
 
Politisi muda PKS tersebut juga meminta Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh terus memantau perkembangan kabut asap dan menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat.
 
Menurutnya, informasi yang akurat dan diperbarui secara berkala sangat penting agar warga mengetahui perkembangan kondisi udara serta dapat mengambil langkah perlindungan yang diperlukan.
 
Irwansyah mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah agar menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
 
Ia juga meminta pemerintah memantau ketersediaan masker di masyarakat serta mengantisipasi kemungkinan adanya pedagang yang menaikkan harga secara tidak wajar di tengah situasi tersebut.
 
Menurutnya, kondisi darurat seperti kabut asap berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memainkan harga barang yang dibutuhkan masyarakat.
 
Irwansyah turut meminta rumah sakit milik pemerintah maupun swasta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pasien yang terdampak kabut asap, terutama mereka yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
 
Ia menekankan, meskipun belum ada laporan pasien yang terdampak kabut asap, fasilitas kesehatan harus tetap bersiap menghadapi kemungkinan kondisi yang lebih buruk.
 
“Rumah sakit harus sudah siaga jika sewaktu-waktu ada pasien yang terdampak kabut asap ini, misalnya karena ISPA, terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya,” ujarnya.
 
Ia menjelaskan, kabut asap dilaporkan mulai memasuki wilayah Aceh secara bertahap. Dua hari sebelumnya, kabut asap mulai menyelimuti wilayah Aceh Timur, kemudian bergerak hingga mencapai Banda Aceh pada Kamis (15/10/2026).
 
Menurut Irwansyah, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena kabut asap yang terjadi bukan sekadar persoalan lokal. 
 
Ia meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah pencegahan sesuai tugas masing-masing.
 
“Warga kita imbau menggunakan masker, rumah sakit harus siaga, DLHK3 terus memantau perkembangan kabut asap, dan wali kota dapat mempertimbangkan sekolah daring maupun pengaturan jam kerja PNS,” kata Irwansyah.
 
Penulis | Rudi Hariyanto 
Editor | Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas