IJN - Calang | Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Calang yang baru Rusli, langsung bergerak usai serah terima jabatan (sertijab) dengan memimpin rapat dinas perdana, Selasa 1 Oktober 2024.
Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh pejabat struktural, staf, dan petugas pengamanan Lapas Kelas III Calang, dengan fokus membahas program pembinaan warga binaan, penguatan kedisiplinan pegawai, penerapan prinsip 3+1 Kunci Pemasyarakatan Maju, serta komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban dan penguatan zona integritas.
Dalam sambutannya, Kalapas menegaskan pentingnya meningkatkan sinergi di lingkungan kerja dan memfokuskan upaya bersama untuk mencapai tujuan lembaga pemasyarakatan yang lebih baik.
“Sebagai tim yang baru dipimpin, saya mengajak seluruh jajaran untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, dan menjaga keamanan di Lapas ini. Mari kita wujudkan Lapas Calang sebagai institusi yang profesional dan terpercaya melalui dedikasi dan disiplin yang tinggi,” tegas Rusli.
Salah satu hal utama yang menjadi sorotan dalam rapat tersebut adalah peningkatan kedisiplinan pegawai.
Rusli menyatakan bahwa kedisiplinan merupakan pondasi utama dalam membangun Lapas yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan.
Setiap pegawai diminta untuk mematuhi segala ketentuan yang ada, mulai dari tata cara berpakaian, waktu kehadiran, hingga penerapan kode etik dalam bertugas.
“Kedisiplinan bukan hanya tentang datang tepat waktu, tetapi juga menyangkut sikap profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Saya berharap tidak ada lagi pelanggaran kecil yang justru bisa menurunkan integritas kita sebagai pegawai pemasyarakatan. Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah bagian dari garda terdepan dalam menjaga keamanan dan pembinaan di Lapas ini,” tegas Rusli.
Dalam rapat tersebut, Kalapas juga menyoroti pentingnya penguatan keamanan dan ketertiban di Lapas sebagai prioritas utama. Setiap petugas pengamanan diminta untuk terus meningkatkan pengawasan di area hunian, blok beranggang, halaman steril serta lingkungan sekitar Lapas guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Tidak ada ruang untuk kelalaian, dan setiap petugas harus selalu siap siaga serta proaktif dalam mendeteksi dini potensi gangguan yang bisa terjadi. Kita harus memastikan bahwa seluruh SOP pengamanan dipatuhi dengan ketat dan dijalankan secara konsisten oleh setiap individu di sini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rusli menekankan penerapan prinsip 3+1 Kunci Pemasyarakatan Maju yang menjadi pedoman utama dalam pengelolaan Lapas. Prinsip tersebut terdiri dari tiga kunci utama, yaitu deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, pemberantasan peredaran narkoba, dan sinergi dengan aparat penegak hukum (APH), serta satu kunci tambahan yaitu back to basics yang mengedepankan prinsip dasar pemasyarakatan.
Selain itu, rapat dinas perdana ini juga menjadi momentum bagi Kalapas untuk menegaskan komitmen Lapas Calang dalam mengukuhkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Rusli menyampaikan bahwa penguatan Zona Integritas harus dilandasi oleh semangat antikorupsi, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap aspek pengelolaan Lapas.
“Zona Integritas bukan sekadar label, melainkan budaya kerja yang harus kita terapkan setiap hari. Saya ingin setiap pegawai memegang teguh prinsip ini, menjaga transparansi dalam setiap tindakan, dan memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi. Mari kita ciptakan Lapas Calang yang bebas dari korupsi, bersih, dan melayani dengan penuh keikhlasan,” tegasnya.
Rusli juga mengingatkan bahwa penerapan Zona Integritas akan terus dievaluasi dan menjadi tolak ukur dalam menilai kinerja setiap pegawai.
“Tidak ada kompromi bagi pelanggaran integritas. Jika ada yang melanggar, kita akan ambil tindakan tegas. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga marwah institusi ini,” tutupnya.
Rapat dinas perdana ini diakhiri dengan sesi diskusi yang konstruktif, di mana setiap pejabat struktural, staf dan petugas pengamanan diberikan kesempatan untuk menyampaikan saran dan masukan serta rencana strategis ke depan.
Adapun masukan dan saran tersebut diantaranya yaitu perubahan jam piket staf, pemakaian pakaian dinas pada hari tertentu, pembatasan barang bawaan dan/ titipan pengunjung, serta persiapan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW di Lapas Calang.
Rusli juga menegaskan bahwa setiap masukan dan saran yang konstruktif akan dipertimbangkan untuk meningkatkan kinerja Lapas Calang ke depannya.
Rapat ini ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh peserta untuk menjalankan tugas dengan penuh kedisiplinan, integritas, dan profesionalisme, demi mewujudkan Lapas Calang sebagai lembaga pemasyarakatan yang aman, bersih, dan memiliki budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan yang berkualitas.
Penulis : Red