IJN - Banda Aceh | Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh mengadakan rapat untuk menindaklanjuti surat dari Kepala Biro BMN Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Rapat yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting ini dihadiri oleh Kepala UPT serta pejabat terkait lainnya, kamis 24 Oktober 2024, di ruang kerja Kadiv Administrasi.
Rapat tersebut juga dipimpin langsung oleh Kepala Divisi Administrasi, Sri Yusfini Yusuf didampingi Kasubbag Keuangan dan BMN serta Pembina BMN Wilayah Kanwil Kumham Aceh.
Lihat Juga : Kakanwil Kemenkumham Aceh Minta Tak Buat Opini Menyesatkan Soal Pengungsi Rohingya
Diketahui, kegiatan ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah yang diperlukan dalam inventarisasi Barang Milik Negara (BMN) sebagai persiapan transisi kementerian.
Sri Yusfini mengatakan, transisi Kementerian Hukum dan HAM menjadi beberapa entitas organisasi mengharuskan seluruh Satuan Kerja (Satker) untuk melaksanakan inventarisasi BMN.
"Ini termasuk penyusunan Berita Acara Opname Fisik Persediaan dan Laporan Hasil Sensus BMN,"katanya.
Lihat Juga : Meurah Budiman Pantau Pengungsi Rohingya di Gedung PMI Aceh Barat
Dalam rapat, Sri Yusaini menjelaskan bahwa setiap Kepala UPT harus membentuk tim Inventarisasi di bawah koordinasi Kantor Wilayah. Tim ini bertugas untuk memastikan pelaksanaan inventarisasi berjalan dengan baik.
"Inventarisasi BMN akan mencakup semua kategori aset, termasuk persediaan, tanah, gedung, jalan, irigasi, peralatan, mesin, dan aset tak berwujud lainnya. Ini penting untuk memastikan semua barang milik negara tercatat dengan akurat," jelasnya.
Yusfini menekankan bahwa pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan inventarisasi dan harus memberikan penjelasan terkait perbedaan data antara Buku Barang dan hasil inventarisasi. Hal ini akan membantu mengidentifikasi dan menyelesaikan setiap ketidaksesuaian.
"Hasil inventarisasi akan disampaikan melalui tautan yang akan diinformasikan lebih lanjut. Rapat ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan pelaksanaan inventarisasi BMN di seluruh UPT" demikian tutupnya. (Red)