01 Feb 2025 | Dilihat: 288 Kali

Mitigasi Risiko, Lapas Lhoksukon Gelar Razia dan Tes Urine Rutin bagi WBP

noeh21
Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon kembali melakukan razia dan test Urine rutin bagi warga binaan Permasyarakatan (WBP). Foto. Humas Lapas Lhoksukon
      
IJN - Lhoksukon | Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon kembali melakukan razia dan test Urine rutin bagi warga binaan Permasyarakatan (WBP), Sabtu 1 Februari 2025.

Diketahui, razia dan test Urine dilakukan sebagai upaya pemasyarakatan bebas narkoba (bersinar) dan Handphone, untuk menjaga ketertiban didalam Lembaga Pemasyarakatan.

Bahkan, ra
zia dimulai dengan pemeriksaan menyeluruh diseluruh blok hunian. Petugas melakukan memeriksa secara detail dan menyeluruh, memastikan tidak ada barang terlarang yang diselundupkan masuk. Disamping itu, tes urine juga dilakukan pada sejumlah warga binaan secara acak.

Lihat juga : Lapas Calang Gelar Penggeledahan Insidentil, Amankan Sejumlah Barang Terlarang
 
Dalam kegiatan razia ini, didapati beberapa barang terlarang seperti sendok besi, botol parfum kaca dan sikat gigi yang sudah ditajamkan.

Sedangkan hasil tes urine bagi warga binaan, didapati hasil negatif atau tidak terindikasi mengkonsumsi narkoba.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Lhoksukon Rian Firmansyah, A.Md.I.P., S.H., M.H. mengatakan, razia dan tes urine rutin ini merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif, serta untuk mencegah adanya gangguan kamtibmas di dalam lapas.

Lihat juga : Kemenkum Aceh Teken Perjanjian Penggunaan Barang Milik Negara

"Kami terus berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah preventif demi mengurangi potensi gangguan keamanan dan ketertiban,"kata Rian Firmansyah, Kalapas Lhoksukon.

Disamping itu, Kalapas juga mengimbau bagi masyarakat agar tidak mengirimkan barang-barang terlarang melalui jalur pos atau kunjungan.

"Razia akan terus dilakukan secara berkala untuk meminimalisir segala bentuk ancaman yang dapat merusak keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan," demikian tutupnya.




Penulis : Hendria Irawan