06 Mei 2026 | Dilihat: 47 Kali

Penyintas Banjir di Bireuen Dibenarkan Relokasi Mandiri

noeh21
Teks Foto: BNPB dan anggota TNI Makodim 0111/Bireuen melakukan survei sebelum dibangun hunian oleh pemerintah. Foto: IJN/Dok. BNPB
      
IJN - Bireuen | Warga penyintas banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen dapat relokasi mandiri, yaitu hunian akan dibangun oleh pemerintah di lahan yang dimiliki warga yang bersangkutan, atau mereka memilih relokasi di lahan yang disediakan oleh pemerintah. 
 
Demikian antara lain disampaikan Abdul Muhari, Ph.D. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa dalam siaran pers, 5 Mei 2026. 
 
Disebutkan, untuk menentukan lokasi relokasi rumah penyintas banjir dan tanah longsor dimaksud yang ditentukan oleh pemerintah, BNPB melakukan survey bekerjasama dengan Kodim 0111/Bireuen. 
 
Tujuan survei ini, katanya, untuk memverifikasi tingkat kerusakan serta mengkonfirmasi kesediaan warga untuk relokasi ke daerah yang aman. Survei dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 4-7 Mei 2026 untuk memverifikasi 703 rumah pada 89 Desa di 12 Kecamatan oleh 30 personil Babinsa TNI dari Kodim 0111/Bireuen. 
 
Dijelaskan, sebelum pelaksanaan survei, BNPB telah memberikan pembekalan kepada seluruh personil tim survei terkait tujuan survei, panduan pengisian formulir survei, tata cara pelaporan survei pada Minggu, 3 Mei 2026 di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen.
 
Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam pembekalan tersebut tenaga ahli Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn) Herman Hidayat menyampaikan bahwa proses survei ini sangat penting untuk memverifikasi dan memvalidasi data serta memastikan bahwa warga terdampak banjir bersedia untuk relokasi ke tempat yang lebih aman.
 
Pelaksanaan survei menggunakan formulir manual yang disusun berdasarkan ketentuan dalam Permen PUPR 28/2015 dan Persyaratan Administrasi Bantuan Stimulan 2026 yang dari identitas responden, lokasi dan legalitas rumah, klasifikasi kerusakan dan jarak dari sungai, dan kesediaan relokasi, katanya. 
 
Abdul Muhari mengatakan, tim Kodim 0111/Bireuen dibagi dalam 4 kelompok yaitu kelompok 1 (Kecamatan Gandapura, Makmur, Kuta Blang) dengan target 161 rumah oleh 6 orang tim survei, k?elompok 2 (Kec. Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng dan Jangka) dengan target 117 rumah oleh 6 orang tim survei.
 
Berikutnya, kelompok 3 (Kec. Juli, Kuala, Peudada) dengan target 298 rumah oleh 10 orang tim survei, dan kelompok 4 (Kec. Jeumpa dan Samalanga) dengan target 127 rumah oleh 4 orang tim survei.
 
Untuk mempermudah pelaksanaan survei bersama warga, tim survei sebelum ke lapangan berkoordinasi dengan kepala desa setempat untuk menginformasikan kepada warganya agar menyiapkan data yang dibutuhkan serta bersiap di rumah masing-masing, jelasnya. 
 
Melalui survei ini, diharapkan program relokasi rumah warga dapat dilakukan dengan lebih cepat, inklusif, dan tepat sasaran serta lebih aman dari bencana untuk jangka panjang.
 
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas