26 Jan 2023 | Dilihat: 262 Kali

PJ Bupati Aceh Tamiang Buka Forum Konsultasi Publik RKPD

noeh21
Dalam rangka menyerap saran dan masukan dari berbagai stakeholder terkait pembangunan daerah, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) menggelar kegiatan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Kamis 26 Januari 2023, di Aula Bappeda setempat.
      
IJN - Aceh Tamiang | Dalam rangka menyerap saran dan masukan dari berbagai  stakeholder terkait pembangunan daerah, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) menggelar kegiatan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Kamis 26 Januari 2023, di Aula Bappeda setempat.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh PJ Bupati Aceh Tamiang, Meurah Budiman, SH, MH dan diikuti oleh para Asisten, Staf Ahli, para Kepala OPD, para camat, para lembaga mitra, dan organisasi masyarakat.
 
Dalam arahannya, PJ Bupati menyampaikan tiga hal penting terkait rancangan awal rencana kerja daerah yaitu percepatan penurunan kemiskinan dan stunting serta peningkatan kualitas pembangunan manusia.

Menurutnya, percepatan penurunan kemiskinan bisa dilakukan dengan menfokuskan peningkatan ekonomi masyarakat dengan memberdayakan UMKM untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. 
 
“Untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat, diperlukan campur tangan Pemerintah dalam hal ini OPD terkait, untuk mendukung bangkitnya UMKM di masyarakat Aceh Tamiang,"kata PJ Bupati Meurah Budiman.
 
PJ Bupati juga meminta agar para Kepala OPD lebih aktif untuk menjemput bola terkait program-program pemerintah pusat yang bisa diimplementasikan ke daerah.
 
“Karena dibutuhkan koordinasi yang baik antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk menyelaraskan program-program ada," ungkapnya. 
 
Sementara itu, lanjut Meurah Budiman, untuk penekanan penurunan stunting bukanlah hal yang mudah, tetapi juga bukan suatu hal yang tidak mungkin. 
 
“Kita bisa melihat Kabupaten Sumedang yang telah berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan. Dalam pengamatan saya, dan hasil diskusi dengan beberapa prasktisi kesehatan, stunting terjadi bukan hanya karena faktor kekurangan gizi dan kemiskinan. Akan tetapi bisa juga disebakan oleh pernikahan diusia dini dibawah 20 tahun,"tuturnya.
 
Ia meminta OPD terkait untuk bekerja sama dengan Kemenag Aceh Tamiang yang menangani urusan pernikahan, guna merekomendasikan agar tidak terjadi lagi pernikahan direntang usia dibawah dua puluh tahun. 
 
“Kita bisa lakukan edukasi, sosialisasi dan konsultasi. Ini hal penting bagi masyarakat agar mereka mengerti dan paham dampak dan resiko dari pernikahan dini," katanya.
 
Selain membahas stunting, Meurah juga membahas terkait peningkatan kualitas pembangunan manusia. Menurutnya, hal itu merupakan suatu hal yang penting, dan menjadi perhatian kita bersama. 
 
“Jika kualitas sumber daya manusianya rendah, maka akan sulit bagi kita untuk mewujudkan peningkatan ekonomi pada masyarakat terlebih lagi saat ini, perkembangan teknologi begitu pesatnya sehingga diperlukan SDM yang unggul bagi masyarakat untuk bisa bersaing dengan daerah dan negara lain,"imbuhnya 

Sebelumnya, kepala Bappeda, Ir. Muhammad Zein mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut membahas terkait Dokumen Rancangan Awal RPJPD Tahun 2025-2045.
 
“Ini merupakan rangkaian yang wajib dilakukan Bappeda seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia termasuk Kabupaten Aceh Tamiang,"ungkap Zein.
 
Ia meminta kepada para pemangku kepentingan publik untuk memberikan data dan saran yang diperlukan untuk penyempurnaan Rancangan Awal RKPD tahun 2024 serta menyepakati sasaran dan prioritas pembangunan daerah, program pembangunan daerah, indikator kinerja yang disertai pagu indikatif. (Red)
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas