16 Mei 2026 | Dilihat: 62 Kali

Pro Kontra Tambang, Akademisi Ajak Masyarakat Beutong Ateuh Jaga Persatuan

noeh21
Akademisi STIAPEN Nagan Raya, Banta Diman M.SI. foto. Dok pribadi
      
IJN - Suka Makmue | Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pelita Nusantara (STIAPEN) Nagan Raya, Banta Diman, M.Si mengajak masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menjaga persatuan dan kedamaian ditengah pro kontra hadirnya investasi pertambangan di wilayah tersebut.
 
Banta Diman, M.Si mengatakan, persoalan investasi tambang harus di bahas dengan baik melalui dialog dan musyawarah agar tidak menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.
 
“Masalah investasi tambang harus di bicarakan secara baik dan damai. Jangan sampai perbedaan pendapat merusak persatuan masyarakat,”kata Banta Diman, Jumat, 15 Mei 2026.
 
Terkait adanya masyarakat mendukung maupun menolak tambang memiliki alasan masing-masing yang harus di hargai. Karena itu, lanjut Banta, semua pihak diminta tetap tenang dan mengutamakan kebersamaan.
 
Ia menyebutkan bahwa masyarakat Beutong Ateuh masih dilanda trauma pasca banjir bandang tahun 2025 lalu yang menghanyutkan rumah dan harta benda, sehingga masyarakat perlu memperkuat kekompakan, bukan memperbesar perbedaan.
 
Selain itu, Banta Diman juga meningkatkan pengalaman duka konflik tahun 1999 juga harus menjadi pelajaran penting agar masyarakat terus menjaga kedamaian dan tidak mudah terpecah.
 
“Jangan sampai perbedaan pendapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang memiliki kepentingan lain sehingga memecah belah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Beutong Ateuh selama ini dikenal memiliki nilai-nilai Islam yang baik seperti persaudaraan, musyawarah, dan saling menghormati.

"Beutong Ateuh merupakan daerah yang kaya sumber daya alam dan memiliki keindahan alam yang merupakan anugerah Allah SWT yang harus dijaga bersama," jelasnya.

Ia menambahkan, investasi memang penting untuk pembangunan daerah, namun harus dikaji secara menyeluruh dengan melihat dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat kedepan.
 
“Informasi terutama dari pihak investor harus disampaikan secara utuh supaya tidak terjadi salah paham dan gesekan di tengah masyarakat,”tambah Banda diman.

“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, tetapi persaudaraan dan kedamaian harus tetap dijaga. Jangan karena persoalan tambang, hubungan baik dan kebersamaan masyarakat Beutong Ateuh justru menjadi korban. Daerah akan kuat jika masyarakatnya tetap rukun dalam perbedaan,” demikian Banta Diman.






Penulis: Rey
Editor: Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas