18 Ags 2026 | Dilihat: 33 Kali

Ribuan Warga Bireuen padati Jalan, Karnaval HUT ke-81 RI

noeh21
Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, ST dan Wakil Bupati, Ir. Razuardi pada acara Karnaval Budaya perayaan HUT RI ke -81. IJN / Amiruddin.
      
IJN - Bireuen | Jalan utama dalam Kota Bireuen, Kabupaten Bireuen berubah menjadi panggung terbuka, Selasa 18 Agustus 2026. Ribuan warga padati ke jalan untuk menyaksikan Karnaval Pawai Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
 
Bukan hanya peserta yang mengenakan kostum beragam, suasana meriah juga terlihat dari antusiasme masyarakat yang rela berdiri di sepanjang rute karnaval. Anak-anak hingga orang dewasa tampak menikmati setiap penampilan yang melintas di hadapan mereka.
 
Karnaval tersebut dilepas Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T. bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di depan Kantor DPRK Bireuen. Pelepasan ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan balon.
 
Dentuman Marching Band Gita Batee Kureng menjadi pembuka pawai, kemudian dilanjutkan dengan penampilan tari anak-anak Sanggar Meuligo Jeumpa di panggung kehormatan.
 
Kepala Bagian Prokopim Setdakab Bireuen, Mursyidin mengatakan, tahun ini sebanyak 138 sekolah peserta dari 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen ambil bagian. Mereka terdiri dari 65 TK/PAUD, 39 SD/MI, 13 SMP/MTs, 10 SMA/SMK/MA, serta 11 grup drumband.
 
Berbagai bentuk kreativitas ditampilkan, seperti pakaian adat, pakaian profesi, kostum perjuangan, sepeda hias hingga atraksi drumband menjadi bagian dari parade yang menyusuri jalan utama Bireuen, kata Mursyidin. 
 
Bagi para pelajar, karnaval menjadi kesempatan untuk tampil di hadapan masyarakat. Sementara bagi warga, kegiatan tersebut menjadi hiburan sekaligus momentum menikmati semarak peringatan kemerdekaan secara langsung, ucapnya. 
 
Peserta diberangkatkan secara bergelombang berdasarkan kategori dan pembagian jalur, mulai dari drumband TK, TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA. Sebelas grup drumband turut memberikan warna tersendiri sepanjang perjalanan, sebut pria yang sering disapa Tu Din ini. 
 
Ia menjelaskan, rute karnaval dimulai dari depan Kantor DPRK Bireuen dan berakhir di depan Pendopo Bupati Bireuen. Di sepanjang jalur tersebut, warga terlihat memenuhi sisi jalan untuk menyaksikan penampilan peserta.
 
Selain menjadi tontonan, karnaval juga menjadi ruang kreativitas bagi peserta. Dalam perlombaan, dewan juri menilai sejumlah aspek, di antaranya kreativitas dan keunikan, kesesuaian dengan tema, mobil hias, serta kenyamanan dan keamanan selama pelaksanaan pawai.
 
Meriahnya karnaval menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak selalu berlangsung dalam suasana formal. Di tengah parade kostum, musik dan atraksi, masyarakat Bireuen menemukan ruang untuk berkumpul, berinteraksi dan merayakan kemerdekaan bersama, jelas Tu Din. 
 
Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forkopimda Bireuen beserta istri, para kepala SKPK, pimpinan Bank Aceh, pimpinan Bank Syariah Indonesia, dewan juri, peserta karnaval dan ribuan masyarakat.
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin