03 Mei 2026 | Dilihat: 57 Kali

Senator Azhari Cage Kembali Pulangkan Warga Bireuen yang Meninggal di Bekasi

noeh21
Azhari Cage anggota DPD RI asal aceh. Foto. Pribadi
      
IJN - Jakarta | Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage SIP, kembali menunjukan aksi kemanusiaan dengan membawa pulang seorang warga asal Aceh yang meninggal di Rumah Sakit Cibitung Bekasi, Minggu dini hari tadi 3 Mei 2026.

Diketahui, almarhum adalah Khaidir, 32 tahun, warga asal Cot Tufah, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen. Almarhum Khaidir menjalani perawatan di RS Cibitung Bekasi sejak 20 April 2026 dengan diagnosa awal mengalami tetanus.

"Saya dihubungi oleh keluarga dan Geusyik Cot Tufah untuk membantu membawakan pulang khaidir yang sedang dirawat di Rumah Sakit Cibitung Bekasi. Kita dan Badan Penghubung Aceh di Jakarta lansung ke rumah sakit dan berkoordinasi dengan dokter," kata Senator Azhari Cage, kepada wartawan, Minggu siang, 3 Mei 2026.

Ternyata, kata Azhari Cage, sakit almarhum sangat parah dan tidak layak untuk diterbangkan sehingga harus terus dirawat.

"Kemudian tadi malam atau Minggu dini hari, sekitar pukul 01 WIB, kita mendapat khabar yang bahwa almarhum telah kembali Kerahmatullah dan lansung kita proses untuk pemulangan ke Cot Tufah Gandapura melalui Bandara Kualanamu," ujarnya lagi.

Untuk pemulangan ini sendiri, Azhari Cage, menggunakan uang pribadi dengan nilai Rp22 juta untuk mengurus proses pemulangan tersebut.

Beberapa item untuk pemulangan seperti ?peti, ?tiket, ?kargo, ?formalin, ?sewa gudang, ?gate away serta sejumlah dokumen lainnya.

"Termasuk untuk tiket pendamping kita tanggung. Jenazah rencananya akan dipulangkan dengan pesawat Citilink serta terbang pada pukul 18.45 WIB serta diperkirakan tiba di Kualanamu sekitar pukul 21.00 WIB. Kemudian melalui jalur darat ke Cot Tufah Gandapura Bireuen," ujar Azhari Cage.

"Saya berharap proses pemulangan ini berjalan dengan lancar dan almarhum dapat dikebumikan di kampung halaman dengan baik. Mohon doa dari seluruh warga di Aceh," demikian tutupnya.



Penulis: Hendria Irawan
Editor: Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas